Minggu, 23 September 2018

Kain Tenun Endek, Si Cantik dari Bali

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model memperagakan busana koleksi terbaru Deden Siswanto diatas catwalk dalam pagelaran busana Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2014 di Harris Hotel, Kelapa Gading, Jakarta, (22/5). Busana semi formal berbahan dasar kain Endek khas Bali milik Deden ini terinspirasi dari kegiatan keagamaan di Pulau Dewata. TEMPO/Nurdiansah

    Model memperagakan busana koleksi terbaru Deden Siswanto diatas catwalk dalam pagelaran busana Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2014 di Harris Hotel, Kelapa Gading, Jakarta, (22/5). Busana semi formal berbahan dasar kain Endek khas Bali milik Deden ini terinspirasi dari kegiatan keagamaan di Pulau Dewata. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -Terkenal dengan Kerajaan Gelgel, Klungkung, Bali, tak hanya menyisakan bangunan istana dan bersejarah, tapi juga kerajinan tenun.

    Tenun mulai dikenal pada abad ke-18. Semula kain tenun endek hanya dikenakan kaum bangsawan atau untuk upacara di pura. Kini kain dikenakan sehari-hari, juga seragam berbagai instansi. Bahkan juga menjadi bahan bagi para desainer busana berkreasi.

    Baca: LeViCo Bawa Kain Tenun NTT di Paris Fashion Week 2018

    Sejumah desa di Klungkung dikenal menjadi pusat tenun. Desa Sulang pun sama dengan Desa Geolgel.

    Di Gelgel, tempat tenun endek dan songket pun mudah ditemui. Di Jalan Raya Gelgel saja, saya menemukan Dian’s Rumah Songket dan Endek, selain Pertenunan Astiti.

    Para penenun umumnya berusia 30-40 tahun. Mereka memulai kerja memintal benang atau ngulak sesuai dengan corak yang telah disiapkan.

    Tumpukan kain endek di gerai Pertenunan Astiti, Klungkung, Bali (rita nariswari/tempo)

    Nyoman Sudira, pemilik Pertenunan Astiti mengungkapkan tenun endek punya motif asli. Di antaranya wajik atau ceplok. Namun, secara umum, corak endek meniru pola songket yang umumnya banyak meniru bentuk alam, termasuk flora atau patra.

    Baca: Merawat Kain Tenun ala Cendy Mirnaz

    Pada umumnya, bagi umat Hindu, kembang melambangkan kesucian hati. Selain itu, fauna atau karang banyak melambangkan sifat dewa. Disamping itu, ada juga corak dari tokoh pewayangan.

    Yang menjadi corak khas Gelgel adalah burung merak, bintang, bulan, digabung dengan motif kembang-kembang atau sulur alias tumbuhan menjalar. Soal warna, trennya berubah-ubah. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.