Mayoritas Penderita Penyakit Lupus Perempuan, Cek 10 Gejalanya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penyakit Lupus. entresemana.mx

    Ilustrasi penyakit Lupus. entresemana.mx

    TEMPO.CO, Jakarta - Di Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret ini, tak ada salahnya kita membahas penyakit yang identik dengan kaum Hawa, yakni lupus. Lupus adalah penyakit autoimun yang bisa menyebabkan pembengkakan atau beberapa gejala lain pada tubuh.

    Gejala lupus bervariasi. Beberapa orang dapat mengalami gejala ringan, sementara yang lain dapat mengalami gejala yang lebih parah. Gejala biasanya dimulai pada awal masa dewasa, dari masa remaja hingga usia 30-an. Orang yang terkena lupus dapat mengalami gejala-gejala umum yang diikuti oleh periode remisi. Jadi, sangat mudah bagi kita untuk mengabaikan gejala awal lupus.

    Penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Tapi penelitian telah menemukan bahwa sekitar 9 dari 10 orang yang terkena lupus adalah perempuan. Selanjutnya, tingkat keparahan gejala bisa bervariasi pada setiap orang.

    Deteksi dan pencegahan dini dapat mencegah lupus menyebar ke organ tubuh seperti ginjal, jantung, atau otak. Oleh karena itu, perlu diwaspadai tanda-tanda awal lupus, seperti yang dibagikan Boldsky berikut.

    Baca juga:
    9 Gejala Lupus yang Sering Dianggap Penyakit Lain
    Kenali Penyakit Lupus yang Diderita Selena Gomez  
    Memahami Lebih Jauh soal Penyakit Lupus

    1. Kelelahan
    Sekitar 90 persen orang yang terkena lupus mengalami beberapa tingkat kelelahan sesuai penelitian. Tetap aktif, berpegang pada rutinitas tertentu, akan membantu menjaga tingkat energi tetap tinggi.

    2. Demam tanpa sebab
    Salah satu gejala awal lupus adalah terjadinya demam tanpa sebab tertentu. Suhu akan bervariasi antara 37-38,5 derajat celcius, tidak terlalu mencolok, sehingga gejala demam ini sering diabaikan dan dianggap sebagai demam biasa atau ringan.

    3. Rambut rontok
    Penipisan rambut juga dianggap sebagai tanda utama seseorang terkena lupus. Kerontokan rambut terjadi karena radang kulit kepala.

    4. Ruam kulit atau lesi
    Ruam berbentuk kupu-kupu yang muncul di jembatan hidung adalah salah satu gejala lupus yang terlihat. Hal itu bisa terjadi secara tiba-tiba atau mungkin muncul setelah menghabiskan beberapa waktu di bawah terik matahari.

    5. Masalah paru
    Gejala lain dari lupus adalah peradangan pada sistem pulmonal. Paru-paru cenderung mengalami peradangan dan bisa meluas ke pembuluh darah paru-paru. Kondisi ini bisa menyebabkan nyeri dada saat bernapas.

    6. Peradangan ginjal
    Orang dengan lupus mengalami masalah peradangan ginjal. Peradangan akan menyulitkan ginjal untuk menyaring racun dan limbah dari darah.

    7. Sendi sakit dan bengkak
    Peradangan bisa menyebabkan rasa sakit, kaku, dan bengkak pada persendian. Hal ini terasa ringan pada awalnya dan secara bertahap akan terasa lebih menyakitkan pada tahap selanjutnya.

    8. Masalah gastrointestinal
    Beberapa orang dengan lupus dapat mengalami mulas, asam lambung naik, atau jenis masalah gastrointestinal lain. Jika sering mengalaminya, Anda perlu menjaga porsi makan, menghindari beberapa jenis minuman, seperti kopi, dan lain-lain.

    9. Masalah tiroid
    Sangat umum bagi penderita lupus untuk mengalami masalah tiroid, yang merupakan penyakit autoimun. Tiroid yang berfungsi buruk dapat mempengaruhi organ vital seperti otak, jantung, ginjal, dan hati.

    10. Mulut dan mata kering
    Jika menderita lupus, maka mata dan mulut bisa kering. Hal ini terjadi karena penderita lupus dapat mengembangkan penyakit Sjogren, yang merupakan jenis penyakit autoimun lain. Hal ini dapat menyebabkan kelenjar yang bertanggung jawab atas air mata dan air liur menjadi terganggu. Terkadang, wanita dengan kondisi ini juga bisa mengalami kekeringan pada vagina dan kulit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.