Dylan Sada Jadi Korban Kekerasan, Ini Langkah yang Perlu Diambil

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dylan Sada, yang alami kekerasan fisik oleh kekasihnya. instagram.com

    Dylan Sada, yang alami kekerasan fisik oleh kekasihnya. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Model Dylan Sada, yang bernama panjang Aldila Wulandari Kusumashanty Pranadjaja, menunjukkan foto wajahnya yang penuh luka di Instagram. Model Indonesia yang sedang menetap di New York, Amerika Serikat, ini menulis kalau luka-luka tersebut adalah hasil kekerasan pasangannya.

    Di akun Instagram, dia mengaku tidak hanya menerima kekerasan fisik tetapi juga verbal. Bahkan, dia mengatakan kalau kekerasan verbal tersebut sangat menakutkan sampai harus berbohong mengenai tawaran kerja menjadi model.

    Kekerasan dalam rumah tangga terjadi dalam kehidupan nyata, jika pasangan Anda melakukannya meski secara verbal, tolong tinggalkan dia. Saya dulu orang bodoh yang sedang jatuh cinta yang mengira dia bisa berubah,” tulis Dylan Sada di Instagram, Selasa, 6 Maret 2018.

    Psikolog Kasandra Putranto mengatakan kalau hal utama yang perlu dilakukan oleh korban kekerasan adalah untuk mencari pertolongan. “Mencari pertolongan untuk menyelamatkan diri fisik dan mental,” jelasnya.

    Persoalannya, pelaku kekerasan umumnya semakin agresif ketika mendapat ancaman akan ditinggalkan korban. Karena itu, korban harus tahu mencari pertolongan pada siapa.

    “Sebaiknya ke Institusi yang menangani kekerasan terhadap perempuan, bisa kepolisian atau rumah sakit. Apalagi ada kekerasan fisik, harus bikin visum (pemeriksaan medis),” tutur Kasanda.

    Dia mengatakan kalau kepolisian dan rumah sakit sudah lebih terlatih, sedangkan kalau ke teman atau keluarga belum tentu. Tapi tentunya tetap minta ditemani keluarga atau teman dekat.

    Artikel lain:
    Dylan Sada Larang Netizen Meneror yang Diduga Pasangannya
    Model Nyentrik Dylan Sada Alami Kekerasan Fisik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.