Bentuk Terapi Mata Juling untuk Anak

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata juling pada anak/Bisnis.com

    Ilustrasi mata juling pada anak/Bisnis.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Strabismus atau mata juling dapat memengaruhi perkembangan penglihatan anak sehingga perlu segera dilakukan penanganan dini untuk mengatasinya. Ada dua bagian terapi untuk anak dengan kondisi mata juling. 

    Jika ditemukan ambliopia atau mata malas, maka masalah tersebut harus diatas dulu. Dokter spesialis mata, Damara Andalia menjelaskan caranya adalah dengan menutup mata yang baik untuk memaksa anak menggunakan matanya yang malas (terapi oklusi atau patching).

    Bila tajam penglihatan pada mata yang menyimpang sudah menjadi normal, maka anak telah menggunakan kedua mata secara seimbang dan juling akan terlihat bergantian pada kedua mata. Setelah penglihatan mata yang malas telah membaik, baru dilakukan operasi juling untuk mengembalikan kedudukan bola mata.

    "Peluang berkembangnya penglihatan binokular juga tercapai bila juling ditangani pada anak usia dini," ujar dokter yang berpraktik di Jakarta Eye Center ini. 
    Pada kasus-kasus tertentu, Damara menambahkan dapat dilakukan terapi dengan cara latihan orthoptic beberapa kali dengan alat synoptophore.

    Baca juga: Berbagai Masalah Mata yang Sering Menyerang Anak 

    Pada anak dengan mata juling konstan, operasi sebaiknya dilakukan bila penglihatan pada kedua mata telah seimbang sehingga penglihatan binokular dapat berkembang. Sedangkan kondisi juling hilang timbul, operasi tidak harus dilakukan segera karena anak masih memiliki penglihatan binokular pada sebagian waktu, yaitu saat anak tidak terlihat juling.

    "Pada orang dewasa, bila juling telah terjadi sedemikian lama atau sejak kecil dan tidak mungkin mendapatkan penglihatan binokular, maka operasi dilakukan untuk tujuan memperbaiki penampilan," ujar Damara.

    Baca juga: Anak Rachel Vennya Disebut Juling, Ini Fakta Penglihatan Bayi

    Lebih lanjut Damara memaparkan, sebagian juling terjadi akibat adanya kelainan refraksi (hiperopia atau miopia) yang tidak dikoreksi. Penggunaan kacamata memang kadang-kadang dapat mengurangi juling atau menghilangkan kebutuhan akan operasi juling.

    Baca juga: Waktu yang Tepat untuk Memeriksakan Mata Anak

    Karena itu, setiap anak dengan juling harus dicek keadaan mata dan kelainan refraksinya. Bila diberikan kacamata, maka harus dipakai sepanjang hari untuk membantu meluruskan matanya. "Bila kacamata tidak dapat menghilangkan juling sepenuhnya, maka operasi perlu dilakukan untuk menghilangkan juling yang belum terkoreksi," ujarnya.

    Selain itu, perlu diketahui bahwa ada juga istilah Pseudo Strabismus atau juling palsu. Banyak bayi atau anak di Asia, khususnya keturunan/etnis tertentu, terlihat seperti juling ke dalam. Kondisi ini sebenarnya hanya akibat adanya lipatan kulit pada sudut mata atau batang hidung yang agak lebar. Bila saat pemeriksaan mata tidak ditemukan juling, maka kondisi ini disebut Pseudo Strabismus dan tidak memerlukan tindakan atau terapi apapun.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.