6 Alat Dapur yang Jadi Sarang Bakteri Berbahaya untuk Kesehatan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi talenan. shutterstock.com

    Ilustrasi talenan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernahkah Anda mengalami diare secara tiba-tiba, padahal makanan yang dikonsumsi sehat dan diolah sendiri? Bisa jadi penyebabnya adalah bakteri seperti E.Coli dan Salmonella yang menempel di peralatan dapur rumah Anda.

    Kendati rutin dibersihkan, beberapa bagian peralatan dapur mungkin luput dari perhatian sehingga menjadi sarang kuman. Berikut beberapa peralatan dapur yang paling digemari kuman.

    Lap dan Spons Cuci Piring 
    Selalu dalam keadaan basah ataupun lembap membuat lap dan spons cuci piring menjadi sarang kuman. Bahkan penelitian dari Internasional Badan Sanitasi Nasional (NSF International) mengungkapkan lebih dari 75 persen spons dan lap mengandung bakteri, termasuk Salmonella dan E.Coli.

    Baca juga: Dapur Berantakan Bikin Penghuni Rumah Makan Lebih Banyak

    Talenan


    (Depositphotos)

    Kebiasaan memotong makanan mentah di atas talenan berisiko menyebarkan kuman ke makanan lain. Daging dan sayuran mentah bisa meninggalkan Salmonella pada talenan yang akhirnya akan menempel pada makanan lain ketika bersentuhan dengan talenan yang sama.

    Sebagai pencegahan, pisahkan talenan untuk makanan mentah dan makanan siap santap. Cuci talenan dengan air hangat yang dicampur sabun dan keringkan dengan handuk kertas setelah dipakai. Agar lebih maksimal, semprotkan pembersih antibakteri yang aman untuk makanan. Diamkan selama 5 menit lalu bilas. Segera ganti talenan yang penuh goresan karena sisa makanan dan bakteri akan mendiami celah goresan sehingga lebih sulit dibersihkan. 

    Baca juga: Pintar Memilih Perabotan di Dapur Mungil

    Rak Kulkas 
    (Depositphotos)

    Lembap dan tanpa penerangan membuat kuman leluasa berkembang biak di dalam kulkas. Solusinya, bersihkan rak kulkas setiap bulan. Caranya, keluarkan semua rak kulkas jika memungkinkan. Lalu cuci dengan spons bersih atau lap lembut dan air hangat yang dicampur sabun.

    Untuk mengatasi bau tak sedap, gunakan 1-2 sendok makan baking soda yang dicampur 1 liter air. Bilas dan lap sampai kering. Jangan lupa mencuci sayuran dan buah sebelum disimpan di kulkas.

    Blender 
    (dok. the good guy)

    Supaya blender bersih menyeluruh, selalu lepaskan semua bagian blender ketika dicuci. Mulailah dari tabung blender, tutup, pisau dan karet di bawah blender. Masukkan semua bagian tersebut ke mesin pencuci piring setelah dipakai. Atau cuci dengan tangan menggunakan air campuran sabun, bilas, dan pasang kembali sesudah semua bagian benar-benar kering. 

    Baca juga: Dapur Tak Pernah Rapi, Mungkin Ini Penyebabnya 

    Pembuka Kaleng
    (dok. williamsonoma)

    Membersihkan pembuka kaleng tak cukup hanya dengan membilasnya. Sebabnya, pembuka kaleng bersentuhan langsung dengan makanan sehingga rentan memindahkan bakteri yang tertinggal ke makanan lain. Biar lebih efektif, bersihkan pembuka kaleng dengan air panas yang dicampur sabun. Pastikan tak ada makanan tertinggal di area pisau pembuka kaleng. Lalu bilas dan biarkan kering secara alami. 

    Spatula Karet


    (dok. amazon)

    Sela-sela antara bagian karet dan pegangan spatula jadi tempat kuman berdiam. Bersihkan dengan air campuran sabun dan fokus pada sela-sela spatula tersebut. Sama halnya dengan dua spatula yang tergabung jadi satu. Bersihkan secara maksimal sela-sela antara spatula yang satu dengan lainnya.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.