Kasus Angela Lee, Psikolog Ungkap Alasan Berutang demi Gaya Hidup

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angela Lee, menjual tas-tas mewah merek luar negeri seperti Hermes, Channel, hingga Chopard. Namun tas-tas mewah tersebut justru dipakai tersangka untuk jaminan utang ke orang lain. instagram.com

    Angela Lee, menjual tas-tas mewah merek luar negeri seperti Hermes, Channel, hingga Chopard. Namun tas-tas mewah tersebut justru dipakai tersangka untuk jaminan utang ke orang lain. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Selebgram Angela Lee memiliki utang Rp 25 miliar dari bisnis jual-beli tas bermerek. Kehidupan mewah Angela Lee membuat utangnya semakin bertambah setiap hari. Kini dia harus mendekam di tahanan Kepolisian Resor Sleman, Yogyakarta, karena terlibat kasus penipuan dan pencucian uang.

    Saat ini, banyak orang yang rela berutang demi mendapatkan gaya hidup mewah. Psikolog klinis dewasa dari Q Consulting, Rena Masri, menjelaskan bahwa gaya hidup adalah tingkah laku sehari-hari segolongan manusia di dalam masyarakat. Gaya hidup mewah terjadi saat orang ingin terlihat “lebih,” dan sampai berutang untuk mendapatkan gaya hidup tersebut.

    Baca juga: Kasus Angela Lee, Tanda Punya Gaya Hidup Mewah di Luar Kemampuan

    “Gaya hidup seperti ini termasuk gaya hidup hedonis, di mana aktivitas seseorang lebih berfokus mencari kesenangan,” ujar Rena Masri kepada Tempo, Jumat, 2 Maret 2018. Contohnya orang-orang yang lebih banyak bermain dan menghabiskan waktu di luar rumah, atau senang membeli barang-barang dan pelayanan yang mewah, dan lain-lain. Tidak hanya itu, individu tersebut biasanya selalu ingin menjadi pusat perhatian.

    Namun, saat seseorang belum mampu untuk bergaya hidup mewah, tapi memiliki keinginan yang kuat untuk memiliki gaya hidup yang mewah, hal tersebut bisa menjadi masalah. Rena menjelaskan, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi mengapa seseorang khususnya wanita sampai rela berutang demi gaya hidup mewah.

    “Adanya peer presure dari teman yang menyebabkan ia ingin terlihat ‘sama’ baik perilaku maupun cara pikir agar individu tersebut ‘diterima’ oleh kelompoknya,” ucap Rena. Terutama hal-hal yang mengikuti tren, akan mendorong seseorang untuk terus mengeluarkan uang demi memiliki produk terbaru.

    Untuk membayar utang, rumahnya seharga Rp 1,4 miliar diambil paksa. Tak hanya rumah, mobil kesayangan Angela juga ikut diambil. Instagram.com/@Angelalee87

    Baca juga: Penyebab Wanita Banyak Utang seperti Angela Lee, demi Gaya Hidup?

    Pengalaman juga mempengaruhi keputusan seseorang bergaya hidup mewah. “Seseorang yang sebelumnya bergaya hidup sederhana, tapi dia merasa banyak orang yang memandangnya sebelah mata,” tutur Rena. Pengalaman tersebut sedemikian melekat sehingga dia memutuskan  mengubah gaya hidupnya.

    Tidak hanya itu, dengan melihat seseorang yang bergaya hidup mewah begitu diperhatikan dan dilayani, memperkuat motif seseorang untuk bergaya hidup mewah juga. Hal tersebut disebabkan oleh keinginan mendapatkan perhatian dan pelayanan yang lebih dari orang lain.

    Ditambah lagi karakteristik dan kepribadian tertentu, contohnya seseorang sangat mudah menjadi pengikut. Bagaimana individu memandang dirinya juga mempengaruhi minat dan perilaku dia. Individu yang memiliki konsep diri yang negatif, biasanya akan lebih mudah terbujuk gaya hidup di luar kemampuannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.