Cerita Karina Nadila 17 Tahun Menanti Ajang Puteri Indonesia

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktris Karina Nadila pemeran Mona saat menghadiri premiere film terbarunya AKU, KAU dan KUA di Epicentrum XXI Kuningan, Jakarta, Selasa 9 September 2014. Film bergenre komedi romantis tersebut diadopsi dari buku AKU, KAU dan KUA. TEMPO/Nurdiansah

    Aktris Karina Nadila pemeran Mona saat menghadiri premiere film terbarunya AKU, KAU dan KUA di Epicentrum XXI Kuningan, Jakarta, Selasa 9 September 2014. Film bergenre komedi romantis tersebut diadopsi dari buku AKU, KAU dan KUA. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Karina Nadila menceritakan penantian panjangnya selama 17 tahun untuk menjadi bagian keluarga besar Yayasan Puteri Indonesia. Dia menceritakan hal tersebut untuk menyemangati 39 finalis yang akan berkompetisi dalam ajang Puteri Indonesia 2018. 

    Perempuan yang mendapat gelar runner up 2 Puteri Indonesia 2017 ini mengatakan sejak usia delapan tahun sudah dikenalkan dengan kontes kecantikan oleh sang ibu. Sejak saat itu dia mempersiapkan diri baik fisik maupun nonfisik untuk mengikuti ajang Puteri Indonesia 2017. 

    "Dengan tinggi yang pas-pasan yang berpikir pastinya penilaian nggak hanya dari fisik, hingga akhirnya memberanikan diri ikut masuk ke pemilihan Puteri Indonesia 2017 di usia 24," ujar Karina ditemui di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Rabu 28 Februari 2018. 

    Baca juga: Puteri Indonesia Kezia Warouw, Puteri Paket Komplit 

    Karina Nadila. (Seno / tabloidbintang.com)

    Karina Nadila mengaku tentu tak mudah untuk menjadi bagian dari keluarga besar Puteri Indonesia. Setelah terpilih mewakili provinsi masing-masing, finalis masih harus melewati masa karantina yang melelahkan. Meski melelahkan, menurtu Karina semua pengalaman akan sangat berarti untuk bekal seumur hidup. 

    Baca juga: Mantan Putri Indonesia Jualan Kosmetik, Untung sampai 300 persen


    Finalis Puteri Indonesia 2018. (Nanda / tabloidbintang.com)

    Baca juga: Bunga Jelitha Puteri Indonesia 2017, Ada Insiden Keliru Nama

    Dia juga menyampaikan bahwa siapa pun yang menang, adalah sosok yang tetap peduli dengan lingkungan selama masa karantina. Karena walaupun Puteri Indonesia adalah sebuah kompetisi, tapi semua finalis adalah keluarga. 

    "Saya selalu percaya yang jadi pemenang pasti yang mereka selama di karantina tetap peduli, walau ini kompetisi tapi kita semua adalah saudara," tutup wanita kelahiran Jakarta, 21 Agustus 1992 tersebut. 

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara