Cara Cerdas Mengatur Keuangan Setelah Menikah

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika sudah menikah, tidak hanya soal kebiasaan sehari-hari Anda harus bisa mengubah pandangan Anda soal membelanjakan uang. Selain irit, Anda juga harus cerdas dalam menempatkan dana.

    Setelah menikah, Anda dan pasangan harus segera menyesuaikan pandangan soal uang agar bisa mencapai tujuan keuangan yang diinginkan. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda dan pasangan perhatikan untuk masalah keuangan, seperti dikutip dari The Balance.

    Baca juga: 4 Mitos Pengaturan Keuangan

    1. Bangun tujuan finansial yang sama
    Begitu pasangan menikah, ada rasa tanggung jawab finansial terhadap pasangannya. Entah istri Anda bekerja atau tidak, punya anak atau tidak, memiliki pandangan yang sama soal membelanjakan dana dengan pasangan Anda sangat penting.

    Cobalah menetapkan anggaran yang realistis dan sesuai untuk Anda berdua. Pastikan memasukkan anggaran seperti menabung untuk masa pensiun, melunasi utang, serta biaya hidup sehari-hari, dan bahkan uang belanja ekstra. Terlepas dari tujuannya, memiliki prioritas finansial yang sama akan mencegah kebingungan, bahkan mungkin membuat satu pasangan mengeluarkan uang terlalu banyak dan secara tidak sengaja menyabotase tujuan bersama.

    Baca juga: Perencanaan Keuangan Keluarga buat Pengantin Baru

    2. Belajarlah soal finansial dalam rumah tangga
    Banyak perubahan saat Anda menikah. Mulai dari mengurus tabungan, investasi, aset, asuransi jiwa, hingga masa pensiun mungkin tampak rumit. Namun, ini bagian besar dari proses peralihan dari satu pola pikir orang yang sudah menikah.

    Pastikan Anda berdua memiliki polis asuransi jiwa terutama jika Anda memiliki sejumlah utang. Selain itu, Anda berdua harus mengetahui semua akun yang Anda miliki, termasuk bank dan semua informasi masuk. Anda mungkin memerlukan nasihat keuangan dari seorang profesional untuk membantu menetapkan tujuan yang jelas dan mencari tahu rencana untuk mencapainya.

    3. Jangan lupa kompromi
    Anda dan pasangan akan memiliki pandangan yang berbeda tentang cara membelanjakan dan menghemat uang. Hal tersebut wajar karena Anda berdua dibesarkan di rumah tangga yang berbeda yang kemungkinan memiliki kebiasaan dan sikap belanja yang berbeda terhadap uang. Jika demikian, temukan jalan tengah yang membuat Anda berdua nyaman.

    Baca juga: Tip Mengatur Keuangan buat Wanita Lajang Kurangi Gesek Kartu

    4. Tidak harus 50:50
    Dalam pernikahan, tidak ada yang akan bisa dibagi persis 50:50. Pasti dalam prosesnya Anda akan menemui kondisi yang fluktuatif, misalnya kehilangan pekerjaan, memiliki anak, atau pindah tugas.

    Ingatlah bahwa segala sesuatunya tidak akan selalu sama setelah menikah. Jangan terlalu hitung-hitungan. Sebagai gantinya, bekerjasamalah untuk mencapai tujuan finansial Anda berdua. Itulah kemenangan untuk keluarga Anda.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.