Sering Ditinggal Suami, Atalia Ridwan Kamil Jadi Wanita Perkasa

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atalia Praratya. Instagram

    Atalia Praratya. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Atalia Praratya, atau lebih dikenal dengan Ridwan Kamil, telah belajar membagi tugas di rumah tangga menyusul kesibukan suaminya, Ridwan Kamil, sebagai Wali Kota Bandung. Sebelum menjadi wali kota, Ridwan Kamil pun selalu sibuk bekerja.

    Saat menjadi arsitek, dia bekerja sampai tengah malam. Walaupun Atalia Praratya juga sibuk sebagai istri wali kota dan figur publik, ada beberapa saat di mana dia harus berperan sebagai ayah di keluarga.

    “Jadi, memang kita, Kang Emil itu mendidik saya jadi perempuan mandiri. Saya bisa semua hal, dari urusan rumah tangga, beres-beres rumah, kemudian juga masak, mengurus anak, menyetir, termasuk membenarkan atap, dan lain-lain,” tutur Atalia kepada Tempo di Bandung, Jumat, 16 Februari 2018.

    Intinya, Atalia sebagai istri harus bisa melakukan semuanya, termasuk mengurus kedua anak mereka, Emmeril Kahn Mumtaz dan Camillia Laetitia Azzahra. Karena Ridwan Kamil sibuk dengan pekerjaan, Atalia harus mengambil berbagai peran sebagai orang tua.

    “Sekarang, ketika Kang Emil sibuk sekalipun, saya jadi bisa mengatur semuanya. Jadi, saya bisa menjadi ayah juga bagi anak-anak,” ujarnya.

    Artikel terkait:
    Pernikahan Harmonis, Atalia Ridwan Kamil Jadi Konsultan Cinta
    Arti Hari Kartini bagi Istri Ridwan Kamil

    Selain itu, karena bekerja sebagai Wali Kota Bandung, keluarga Ridwan Kamil harus membagi waktu dengan warga. Karena itu, Atalia harus meminta waktu terlebih dahulu untuk bisa menghabiskan waktu dengan suaminya.

    “Saya mulai membagi waktu, pagi sampai sore dengan warga, masyarakat, organisasi juga, dan malam itu untuk anak-anak,” ucap Atalia.

    Dia juga bersyukur karena anak tertuanya sudah berusia 18 tahun, membantu dia lebih leluasa untuk mengatur waktu. Kalau Ridwan Kamil sedang bekerja di luar kota, mereka juga selalu aktif berkomunikasi. Mereka memiliki grup keluarga, yang membantu anak-anaknya tidak merasa kehilangan ayahnya saat sedang sibuk dinas ke luar kota.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.