Bahaya Terlalu Sering Minum Cuka Apel, Tulang Keropos sampai Maag

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cuka apel. shutterstock.com

    Ilustrasi cuka apel. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Cuka apel memang baik buat kesehatan dan konsumsinya kini jadi tren gaya hidup sehat. Ada berbagai manfaat dari cuka apel, salah satunya adalah untuk kecantikan. Bahkan, ada juga yang mempercayai meminum sedikit cuka apel dapat membakar lemak dalam tubuh sehingga bisa menurunkan berat badan.

    Namun, mengkonsumsi cuka apel secara rutin ternyata tidak baik untuk tubuh. Berikut alasannya.

    #Zat asam
    Zat asam pada cuka apel dapat membakar jaringan mukosa yang sensitif pada mulut dan kerongkongan. Selain itu, sifat asam dari cuka apel juga bisa menimbulkan karies gigi. Bagi penderita maag atau gastritis, mengkonsumsi cuka apel dapat memicu penyakit tersebut untuk kambuh sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman bagi penderitanya.

    #Tulang keropos
    Efek tak baik lainnya yaitu tubuh akan mengambil mineral seperti potasium dalam tulang untuk dijadikan sebagai penyanggah asam di dalam darah. Jika terus menerus mengkonsumsi cuka apel, mineral dalam tulang berkurang dan terjadi pengeroposan.

    #Belum terbukti secara ilmiah
    Menurut Dr. Carol S. Johnston dari program nutrisi Universitas Negeri Arizona di Amerika Serikat, cuka apel bukanlah senjata luar biasa untuk menurunkan berat badan. Meskipun telah ada sebuah penelitian mengenai cuka apel yang menyebutkan khasiatnya untuk menurunkan berat badan, hasilnya pun sangat kecil sehingga tidak bisa dibilang kalau cuka apel dapat menurunkan berat badan secara efektif.

    TEEN

    Artikel lain:
    4 Hal yang Harus Dihindari saat Dehidrasi
    Ketahui 6 Jenis Kanker yang Menyerang Anak dan Gejalanya
    Ilmuwan: Kanker Rahim juga Bisa Diturunkan oleh Ayah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.