Cara Gendong Sarwendah Dikritik, Ketahui 3 Tips Menggendong Anak

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istri dari Ruben Onsu, Sarwendah menikmati libur musim dinginnya bersama keluarga dengan berkunjung ke Disneyland, Tokyo, Jepang. Penggunaan topi pink ala Minnie Mouse serasi dengan sweater merah dan rok bunga. instagram.com

    Istri dari Ruben Onsu, Sarwendah menikmati libur musim dinginnya bersama keluarga dengan berkunjung ke Disneyland, Tokyo, Jepang. Penggunaan topi pink ala Minnie Mouse serasi dengan sweater merah dan rok bunga. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta – Pasangan Sarwendah dan Ruben Onsu mengajak putrinya, Thalia Onsu berlibur ke daerah pedesaan. Hal ini terlihat lewat foto yang diunggah Sarwendah di Instagram, yang memperlihatkan diri dan keluarga kecilnya sedang menghabiskan waktu di sebuah villa berlatar pemandangan gunung dan persawahan. 

    Dalam sebuah foto terlihat Sarwendah mengajak Thalia mencari tutut (sejenis siput sawah). "Nyari tutut bareng Alia, Alia gak bisa turun karena lumayan dalam, jadi gendong saja (emoji mata cinta)," tulis Sarwendah dengan tak ketinggalan menyertakan beberapa tagar termasuk tagar MotherHood (keibuan).

    Mengutip Tabloidbintang.com, Sarwendah yang mengenakan blus berwarna ungu, turun ke sawah menggendong Thalia dengan sebelah tangannya. Sementara Thalia digendong tanpa bantuan alat. Tubuhnya hanya disangga pinggang kanan Sarwendah yang berdiri dengan posisi kuda - kuda yang kokoh. Sambil membungkuk mengambil tutut, Thalia yang digendong kepalanya terlihat ikutan doyong ke arah bawah. 

    Foto itu mengundang banyal komentar netizen, termasuk yang mengomentari cara Sarwendah menggendong Thalia. Hal ini memang tidak bisa dilakukan dengan cara yang sembarangan. Menggendong anak harus dilakukan dengan cara yang benar dan tepat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kelaianan pada tulangnya.

    Baca juga: Andien, Jessica Iskandar, dan Sarwendah Tinggalkan Parfum

    Cara menggendong anak dapat dibedakan menjadi tiga kategori sesuai dengan keamanan dan usianya. Berikut adalah beberapa tips menggendong yang benar untuk si kecil, seperti dilansir dari wrapyourbaby.com.

    #1. Usia 0-3 bulan
    Pada usia ini bayi digendong dengan menempelkan tubuh bayi ke dada ibunya atau dengan nama lain gendongan kangguru. Kemudian tangan sang ibu memeluk bagian pinggang dan kepala bayi. Hal tersebut dikarenakan tulang leher pada bayi usia 0-3 bulan belum cukup kuat untuk menopang berat kepalanya sendiri. Maka sang ibu diwajibkan untuk meletakan tangan pada kepala bayi agar tetap aman.

    Gendongan model ini, kepala bayi dipusatkan pada dada ibu atau ayah hingga terlihat dekat dengan wajah ibu dan ayahnya ketika digendong. Saat menggendong menggunakan kain pun kepala bayi tetap terlindungi dengan cara menutupi selutuh tubuh bayi hingga kepala tertutup oleh kain gendongan.

    #2. Usia 4-12 bulan
    Bayi sudah cukup kuat menopang sendiri berat kepalanya, hingga Anda dapat menggendongnya dengan cara kangguru namun tidak sampai memeluk bagian kepalanya. Anda hanya perlu memeluk bayi anda hingga bagian punggung saja. Jika bayi sudah mendekati usia 12 bulan dapat digendong dengan cara gendongan belakang. Namun tetap harus menggunakan kain gendongan yang membungkus tubuh hingga bagian punggung belakang bayi Anda agar tetap aman.

    #3. Usia 1 tahun ke atas
    Gendongan kangguru agak menyamping yang bertumpu di pinggul dan satu bahu ibu, masih menjadi pilihan yang tepat untuk si kecil, yang sudah mulai belajar berjalan karena pada usia ini anak yang digendong sering meminta turun. Model gendongan belakang juga telah diperbolehkan untuk diterapkan, biasanya berat anak ditumpu pada daerah pinggul sang ibu. Kemudian untuk meringankan beban bisa juga dibantu dengan kedua lengan ibu yang menahan berat dengan menumpunya di area pinggul anak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.