Kasus Marissa Nasution, Nasib Janin Kembar bila Satu Meninggal

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi janin kembar. shutterstock.com

    Ilustrasi janin kembar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Meninggalnya salah satu janin kembar dalam kandungan mungkin saja terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya karena Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS), seperti yang dialami janin dalam kandungan artis Marissa Nasution.

    TTTS terjadi karena perubahan sistem pembuluh darah dan makanan janin pertama diambil janin kedua hingga pada akhirnya salah satu janin meninggal di dalam kandungan. Namun, satu janin lagi masih dapat bertahan hidup. Lalu, apa yang terjadi pada janin yang meninggal dan yang masih bertahan hidup?

    "Tergantung usia kehamilan itu sendiri. Biasanya kalau kehamilan terlalu kecil mau enggak mau janin yang meninggal dibiarkan di dalam (hingga waktunya melahirkan). Kalau sudah besar, kedua janin dikeluarkan," kata Dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG.

    Jika usia kandungan masih muda, bagaimana nasib janin yang masih bertahan? Seberapa besar kemungkinannya untuk terlahir dengan selamat?

    Menurut Ardiansjah, semua tergantung bagaimana kondisi kesehatan sang ibu. Namun, tentu saja dengan kondisi membawa satu janin meninggal dan satu janin hidup, ibu membutuhkan pengawasan dokter yang ketat. Saat melahirkan pun ia memiliki risiko tersendiri.

    "Risikonya kalau pada saat melahirkan bisa terjadi pendarahan karena janin yang meninggal itu kan mengundang faktor pembekuan darah. Tapi saya rasa dokter sudah memperhitungkannya," ungkapnya.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Perutnya Makin Besar, Marissa Nasution Makin Cantik
    Marissa Nasution Bahagia Jadi Calon Ibu Anak Kembar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.