Senin, 22 Oktober 2018

Setelah Berhijab, Kartika Putri Ogah Pacaran Lagi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Kartika Putri memutuskan untuk berhijab dan mengabarkannya lewat media sosial. Ia juga menghapus foto-foto lamanya yang tidak menutup aurat. Instagram.com/@Kartikaputriworld

    Artis Kartika Putri memutuskan untuk berhijab dan mengabarkannya lewat media sosial. Ia juga menghapus foto-foto lamanya yang tidak menutup aurat. Instagram.com/@Kartikaputriworld

    TEMPO.CO, Jakarta - Kartika Putri memutuskan hijrah, ditandai dengan berhijab sejak 10 Februari 2018. Urusan asmara, Kartika pun kini mengaku lebih santai.

    Kartika mengatakan, dia sudah tidak mau lagi berpacaran. Artis berusia 27 tahun itu pun ingin taaruf, membuka hati kepada semua pria asalkan direstui orang tua.

    "Soal jodoh menjadi lebih santai. Terus bilang sama mama, ‘Mak, insya Allah enggak mau pacaran. Kalau memang ada yang serius silakan temui mama aku. Silakan ngomong sama mama’," katanya.

    Mantan kekasih Erick Iskandar itu, sudah tidak mau ngoyo mencari jodoh. Kartika pasrah dan menjalani apa yang sudah ditakdirkan.

    "Sudah enggak mau mikirin yang sesetres itu lagi. Kalau ada bismillah, kalau enggak ada, ya, fokus belajar dulu saja. Mempersiapkan diri yang baik," ujarnya.

    Kartika menambahkan, sejak dia berjilbab menjadi terlihat seperti apa sifat teman yang positif dan negatif.

    "Akhirnya, pada saat hijrah itu banyak yang kita tahu mana laki-laki baik, mana yang enggak gitu. Jadi, kayak gitu saja, menghubungi yang gimana gitu, belum," tuturnya.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Kartika Putri Kini Berhijab. Sempat Dikira Janda dan Jualan Sabun
    Gaya Manis Kartika Putri dengan Hijab, Cek di Sini
    Cerita Kartika Putri Memutuskan untuk Berhijab


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.