Rachel Vennya Jengkel Anaknya Disebut Memiliki Kelainan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rachel Vennya dan Xabiru. (Instagram)

    Rachel Vennya dan Xabiru. (Instagram)

    TEMPO.CO, Jakarta - Rachel Vennya merasa kesal karena ulah seorang netizen. Hal ini berawal dari seorang netizen yang menyebut putra selebgram yang bernama Xabiru itu, memiliki kelainan pada matanya.

    Hal ini diketahui melalui unggahan Instagram Stories Rachel Vennya yang diunggah kembali oleh akun @makrumpita pada Rabu, 7 Februari 2018. Dalam unggahannya, Rachel Vennya menyebut ada seorang gadis yang menertawakan putranya dan mengatakan mata Xabiru juling.

    Mendengar itu, Rachel Vennya mengaku sedih. Ia juga miris karena si netizen tega mengungkapkan kata-kata kurang pantas tersebut. 

    (Instagram)

    Baca juga: Proses Melahirkan 6 Jam, Rachel Vennya Sempat Tak Yakin Kuat


    (Instagram)

    Namun karena mengetahui pelaku yang menghina anaknya di-bully netizen, Rachel Vennya akhirnya menghapus video tersebut. Ia juga meminta maaf telah mengunggah video si netizen.

    Baca juga: Rachel Vennya Dandan Dulu Sebelum Melahirkan, Suami : Ya Allah

    "Maafin aku juga atas kekhilafan aku karen spontan mengunggah video tersebut, aku paham betul bahwa video itu akan menjadi bumerang untuk aku tapi di balik aku seseorang yangg berpengaruh di social media, aku juga seorang manusia biasa dan ibu yang membela anaknya. Semoga saya dimaafkan oleh kalian semua. Sending lots of love to you guys. Thankyou," tulis selebgram dengan follower 1,7 juta lebih di Instagram, Kamis, 8 Februari 2018.

    Rachel Vennya juga berharap netizen mau memaafkan gadis yang menghina putranya tersebut. Pasalnya, ibu dari gadis itu telah meminta maaf kepada Rachel Vennya.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.