Anak Muda Jaman Now Enggan Berkomitmen, Apa Alasannya?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak kecil pacaran. huffpost.com

    Ilustrasi anak kecil pacaran. huffpost.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bila dua orang menjalani hubungan yang serius, mereka perlu saling berkomitmen seumur hidup. Di era sebelumnya, para pria dan wanita muda setuju untuk menikahi pasangan yang dipilih oleh orang tua atau tetua keluarga. Mereka bisa dengan mudah membuat komitmen seumur hidup untuk pasangan, yang mungkin tidak mereka kenal secara pribadi sebelum menikah.

    Tapi kini, anak muda jaman now ingin mengecek kompatibilitas pasangannya dengan menilai banyak aspek. Mereka ingin memastikan bahwa mereka dapat mempertahankan kebahagiaan bahkan setelah menikah.

    Kebanyakan dari mereka tampaknya takut melakukan hubungan dengan pasangan. Para pemuda dan pemudi zaman modern merasakan pilihan pasangan untuk menjadi keputusan paling sulit dalam hidup mereka.

    Oleh karena itu, banyak dari mereka terlihat lebih menyukai status single daripada memasuki kehidupan pernikahan yang bermasalah. Ada banyak alasan yang bisa mengusir pemuda masa kini dari komitmen serius dalam suatu hubungan, berikut beberapa di antaranya.

    Baca juga:
    5 Tip agar Anak Tidak Terpengaruh Efek Buruk Generasi Jaman Now
    Penyebab Munculnya Generasi Jaman Now versi Psikolog Anak
    Hasil Riset Ini Ungkap Cara Komunikasi Anak Muda Jaman Now

    1. Waktu yang lebih singkat untuk hubungan
    Remaja modern lebih fokus pada pendidikan dan karier mereka. Oleh karena itu, semua pria dan wanita modern terlihat berlomba mengejar karier. Jadi, wajar bila mereka tidak memiliki waktu untuk membina hubungan cinta mereka, yang mencegahnya dari komitmen serius dalam hidup.

    2. Tuntutan yang menakutkan dari pasangan
    Seringkali terlihat bahwa pria dan wanita muda terlalu banyak menuntut dari pasangan mereka, yang terkadang tidak masuk akal. Keterbatasan dalam memenuhi tuntutan ini membuat mereka takut berkomitmen.

    Oleh karena itu, menjadi sangat sulit bagi pasangan mereka untuk memenuhi semua tuntutan ini, yang kebanyakan tentang membeli hadiah mahal atau mendapatkan lebih banyak waktu luang untuk mereka, keduanya tidak mungkin dilakukan, membuat kaum muda mundur dari hubungan mereka.

    3. Tidak siap untuk bertanggung jawab
    Setiap hubungan diikuti oleh tanggung jawab sendiri yang harus dipikul oleh kedua pasangan. Tanggung jawab menjalin hubungan yang sukses melibatkan kepedulian satu sama lain dan bersikap peka terhadap kebutuhan pasangan lainnya. Namun sayang, generasi modern sepertinya tidak memiliki keinginan untuk meluangkan waktu menangani tanggung jawab semacam ini, yang membuat mereka menjauh dari komitmen.

    4. Contoh hubungan teman yang gagal
    Banyak hubungan sekarang gagal karena beberapa alasan dan kaum muda mendengar terlalu banyak cerita tentang pengalaman pahit pribadi teman mereka dalam hal ini. Dengan demikian, banyak pria dan wanita sekarang percaya bahwa hubungan sebenarnya tidak berjalan di masa kini, sangat kecewa karena contoh teman dekat mereka. Mereka percaya bahwa itu hanya kesalahan rekan teman mereka karena perpisahan mereka.

    5. Kurangnya penentuan untuk memilih pasangan
    Sekarang banyak pria dan wanita muda terlihat pikirannya berubah-ubah dan mereka tidak dapat memutuskan tipe pasangan yang lebih sesuai dengan mereka. Jadi, mereka selalu bingung dengan pilihan sendiri dan merasa takut untuk membuat komitmen serius dalam hidup karena cenderung menggeser kesukaan mereka dari satu orang ke orang lain.

    6. Ambisi mengejar karier
    Sebagian besar pemuda saat ini terlalu ambisius mengenai karier mereka dan menghasilkan banyak uang. Perhatian tunggal mereka dalam hidup adalah menjadi kaya dan berkuasa dalam waktu sesingkat mungkin, yang memberikan tekanan besar pada kehidupan pribadi mereka.

    Dengan demikian, mereka menemukan hubungan atau komitmen menjadi masalah yang terlalu kecil untuk diperhatikan. Apalagi, mereka tidak ingin ada yang mengganggu waktu kerja mereka yang tak terbatas.

    7. Lebih egois tentang kebutuhan sendiri
    Generasi sekarang tampaknya lebih egois dan hanya memperhatikan kenyamanan mereka sendiri, tidak seperti orang tua dan kakek-nenek mereka yang merawat pasangan hidupnya dengan baik.

    Mereka tidak siap mengorbankan apapun dalam hidup demi pasangan, sementara secara mengejutkan mengharapkan terlalu banyak komitmen dari mereka. Dengan demikian, hubungan mereka sangat terhambat karena mentalitas agresif serupa dari kedua pasangan.

    8. Takut kehilangan kebebasan sendiri
    Kaum muda modern umumnya adalah burung bebas yang suka hidup dengan cara mereka sendiri. Karena kehidupan pernikahan menuntut beberapa disiplin, sebagian besar pemuda merasa enggan dalam menerima tahap ini dengan mudah. Para pria dan wanita muda yang bekerja sering kali terbiasa dengan kebebasan mereka sehingga mereka tidak ingin menghambat masuknya pasangan dalam kehidupan mereka.

    9. Terlalu banyak gangguan dalam kehidupan pribadi
    Banyak orang memiliki gagasan bahwa pasangan hidup terlalu banyak bergaul dengan ruang pribadi pasangan lainnya. Biasanya, diharapkan setiap orang menghormati respek individualitas pasangan, yang sering ditolak, menyebabkan gangguan dalam hubungan. Oleh karena itu, pemuda modern menemukan pilihan untuk kehidupan lajang jauh lebih sesuai dan damai bagi mereka, dengan menghindari campur tangan yang bertentangan ini.

    10. Takut gagal
    Bila hubungan perkawinan gagal berjalan untuk beberapa pasangan, mungkin ada semacam kewajiban terhadap mereka, terutama jika mereka memiliki anak untuk dibesarkan sebagai orang tua tunggal. Jadi, pria dan wanita muda lebih memilih untuk menghindari komitmen dalam hubungan mereka untuk menghindari kewajiban ini dalam kehidupan yang dapat menghambat pertumbuhan karier mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.