Selain SADARI, 5 Pemeriksaan Klinis Ini Deteksi Kanker Payudara

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kanker payudara. Shutterstock

    Ilustrasi kanker payudara. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Perempuan berusia 20 sampai 39 tahun disarankan untuk melakukan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri sebagai upaya deteksi dini kanker payudara. Selain SADARI perempuan pada rentang usia tersebut juga dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan klinis payudara.

    Pemeriksaan klinis dilakukan oleh dokter sebagai bagian dari Medical Check Up setidaknya tiga tahun sekali. Setelah memasuki usia 40 tahun, pemeriksaan klinis payudara harus dilakukan setidaknya sekali dalam setahun. Sebab risiko terkena kanker payudara akan meningkat setelah wanita berusia 40 tahun.

    Berikut adalah jenis pemeriksaan klinis untuk mendeteksi kanker payudara.

    Mammografi
    Mammografi adalah proses pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar-X dosis rendah. Dalam pemeriksaan mammografi, payudara akan ditekan doleh dua plat untuk meratakan dan menyebarkan jaringan payudara. Keadaan ini mungkin menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi sangat penting untuk menghasilkan gambar mammogram yang baik dan dapat dibaca.

    (Depositphotos)

    Baca juga: Kanker Payudara Stadium Nol Adakah Gejalanya 

    USG Payudara
    USG payudara adalah pemeriksaan payudara menggunakan gelombang suara. Pemeriksaan USG dapat membedakan benjolan berupa tumor padat atau kista (benjolan berisi cairan). USG biasa digunakan untuk mengevaluasi masalah payudara yang tampak pada mammogram dan lebih direkomendasikan pada wanita muda (di bawah usia 30 tahun).

    MRI (Magnetic Resonance Imaging)
    MRI merupakan alat deteksi kanker yang lebih sensitif dari mammografi, tetapi MRI memiliki nilai positif palsu yang lebih tinggi. Maksudnya, sering muncul gambaran kelainan payudara yang ternyata bukan kanker.

    Baca juga: Charlotte Haley, Tokoh di Balik Pita Pink Kanker Payudara

    PET Scan
    PET Scan merupakan metode pemeriksaan terbaru yang dapat menggambarkan anatomi dan metabolisme sel kanker. Caranya dengan menyuntikkan zat kontras lewat vena yang akan diserap oleh sel kanker. Derajat penyerapan zat kontras oleh sel kanker dapat menggambarkan derajat histologis dan potensi agresivitas tumor.

    (Depositphotos)

    Baca juga: Ketahui 5 Kelompok Risiko Tinggi Menderita Kanker Payudara 

    Biopsi
    Biopsi merupakan metode pemeriksaan dengan mengambil sampel jaringan pada payudara untuk kemudian dilakukan pemeriksaan untuk mendeteksi adanya sel kanker. Ada tiga macam biopsi yang bisa dilakukan, yakni biopsi dengan jarum halus atau disebut Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB), biosi dengan membuat irisan kecil di kulit payudara dan mengambil sedikit jaringan tumor atau Core Biopsi, dan biopsi dengan melakukan bedah atau Biopsi Bedah.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.