Nasi Campur Tepung Kelapa, Alternatif Makanan Penderita Diabetes

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diabetes. shutterstock.com

    Ilustrasi diabetes. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Buat penderita diabetes, konsumsi nasi putih terpaksa dibatasi karena dalam nasi putih terdapat kandungan gula yang cukup tinggi, yaitu indeks glikemik sebesar 89.

    Kelapa bisa menjadi salah satu alternatif untuk mencegah dan mengatasi penyakit diabetes karena buah ini mengandung serat hampir 20 persen. Serat pada kelapa berguna untuk menghambat penyerapan glukosa sehingga menjadikan indeks glikemik rendah dan kadar gula menurun.

    Kepala Pengembangan Layanan Analisis Pangan Institut Pertanian Bogor, Dr. Didah Nur Faridah, mengatakan tepung yang telah melalui penyaringan, lemaknya yang tidak dibutuhkan tubuh, telah disaring dan sari kelapa tersebut digunakan untuk campuran pada beras. Cara membuatnya dengan mencampur beras putih dengan tepung kelapa dan kemudian dimasak.

    Artikel terkait:
    Tepung Kelapa, Alternatif Nutrisi untuk Penderita Diabetes
    Pola Makan yang Dianjurkan buat Penderita Diabetes Gestasional
    Dua dari Lima Perempuan Usia Produktif Kena Diabetes

    “Takarannya yaitu 25 persen tepung kelapa. Jadi dibuat menjadi empat berbanding satu,” kata Didah.

    Jadi, jika memasak empat gelas beras maka campuran tepung kelapanya sebanyak satu gelas. Kemudian beri air hingga beras dan tepung terendam, selanjutnya masak seperti memasak nasi biasaya. Menurut Dr. Didah, dengan menambahkan tepung kelapa nasi menjadi lebih gurih dan bertekstur.

    "Menambahkan tepung kelapa ke dalam nasi putih membuat nasi terasa lebih enak dimakan, jadi mengobati diabetes dengan cara yang menyenangkan," ungkapnya.

    Menambahkan tepung kelapa dapat menurunkan indeks glikemik nasi yang awalnya 89 menjadi 49. Angka ini sudah masuk dalam kategori rendah. Selain menggunakan tepung kelapa sebagai alternatif pencegahan dan pengobatan, penderita diabetes disarankan untuk mengkonsumsi banyak sayur, buah, kemudian berolahraga dan tidak merokok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.