Kasus Juwita Bahar, Kiat Ibu Jaga Hubungan dengan Pacar Anak

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Dangdut Juwita Bahar. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Dangdut Juwita Bahar. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus perseteruan pedangdut Annisa Bahar dan putrinya yang juga pedangdut dan pemain film, Juwita Bahar, kini tengah ramai diberitakan media. Penyebabnya adalah Annisa mengklaim anaknya terlalu dikuasai pacarnya yang bernama Dedi. Bahkan Dedi melarang Juwita membeli kue ulang tahun untuk ibunya seharga Rp 800 ribu.

    Masalah pasangan anak yang tidak cocok dengan orang tua sebenarnya bukan hal baru. Saat anak mulai menunjukkan rasa kasih sayang ke orang lain, orang tua seringkali merasa aneh dan bisa jadi khawatir.

    Bagaimana kalau pasangannya menyakiti anak? Bagaimana kalau anak membuat kesalahan berhubungan dengan orang tersebut? Tentu saja orang tua sering merasa khawatir saat anak mulai menjalin hubungan serius, terutama anak yang sudah dewasa.

    Banyak orang tua yang tidak setuju dengan hubungan anaknya yang sudah dewasa. Orang tua yang tidak suka dengan pacar anaknya harus mengetahui langkah-langkah yang baik untuk menghadapi situasi ini karena bisa merusak hubungan dengan anak. Sebagai orang tua, pastinya ingin melihat anak merasa bahagia dan aman.

    Dilansir dari Psych Central, memaksa anak dewasa membuat pilihan antara orang tua yang membesarkannya dan orang yang dia cintai selalu berakhir dengan buruk. Jika ingin mempertahankan hubungan dengan anak, walaupun sudah dewasa, orang tua harus memberi contoh bagaimana membicarakan opini masing-masing secara damai.

    Berikut ini beberapa cara untuk membantu mengungkapkan opini kepada anak bila tidak menyukai pasangan.

    Artikel lain:
    Juwita Bahar Tak Nyaman dengan Tubuh Gemuk
    Pedangdut Juwita Bahar Siap Rilis Lagu Pop
    Pemilu, Juwita Bahar Pilih Hanura

    #Katakan apa saja yang membuat Anda prihatin mengenai hubungan tersebut
    Minta kepada anak bertemu secara pribadi dan tunjukkan rasa prihatin secara tenang. Berikan alasan yang logis. Ungkapkan keinginan agar anak bahagia dan alasan agar sang anak sebaiknya mengakhiri hubungannya atau mengapa dia membuat kesalahan. Namun dengarkan juga opini anak. Jangan menjadi defensif dan mengancam karena hal itu hanya menimbulkan perdebatan.

    #Percaya kepada anak
    Mungkin ada suatu hal mengenai pasangan sang anak yang belum terlihat sebelumnya. Dengarkan alasan anak tentang apa yang membuat dia jatuh cinta dengan orang tersebut. Berikan waktu untuk mengenal sang pacar secara lebih personal. Bila sudah mulai terlihat serius, bisa mengajak makan malam bersama. Tanyakan apa rencana dia untuk masa depan dan apa yang dia cintai dari anak Anda.

    #Menyimpan opini dan argumen
    Anak yang sudah dewasa memiliki hak untuk membuat pilihan dan kesalahan sendiri. Beri tahu kalau Anda berharap dia bisa mengerti opini dan argumen dari sisi Anda, tapi juga menunjukkan kalau Anda bisa mencoba menerima pacarnya itu. Anda tidak harus langsung menyukai sang pacar tapi terus tunjukkan kalau Anda mendukung anak terus bahagia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.