Mawar Putih Versi Lorde di Grammy Awards 2018

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lorde berpose daat menghadiri peragaan busana  Chloe's dalam Paris Fashion Week,di  Paris, Prancis, 8 Maret 2015. Penyanyi pemenang Grammy ini tampil feminim dengan busananya. AP/Thibault Camus

    Lorde berpose daat menghadiri peragaan busana Chloe's dalam Paris Fashion Week,di Paris, Prancis, 8 Maret 2015. Penyanyi pemenang Grammy ini tampil feminim dengan busananya. AP/Thibault Camus

    TEMPO.CO, JakartaGrammy Awards 2018 digelar pada Minggu, 28 Januari 2018 di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat. Ada yang berbeda dengan penampilan sejumlah undangan yang menghadiri penghargaan musik bergengsi tersebut. Mereka menyematkan atau sekadar memegang bunga mawar putih. Apa artinya?

    Seperti Golden Globes 2018 lalu yang menyuarakan gerakan penyetaraan kaum perempuan bertajuk Time's Up dengan tanda mengenakan pin Time's Up dan juga mengenakan gaun hitam, Grammy Awards ke 60 pun masih menyuarakan gerakan ini dengan cara yang berbeda yakni dengan menyematkan bunga mawar putih di pakaian mereka.

    Baca juga: Simbol Mawar Putih untuk Gerakan Time's Up di Grammy Award 2018

    Sejumlah selebritas melakukan aksi ini seperti Lady Gaga, Kelly Clarkson, Ne-Yo, The Chainsmoker dan lainnya. Namun, Lorde menyuarakan gerakan tersebut dengan cara yang berbeda. Ia menyematkan selembar catatan berisikan kata-kata dari seniman Jenny Holzer di bagian belakang gaunnya.

    Pesan dari "Inflammatory Essay" yang ditulis Jenny Holzer berbunyi, "Bersukacitalah! Waktu kita (untuk) tak tertahankan. Ambillah keberanian untuk yang terburuk adalah sebuah kemungkinan yang terbaik. Hanya keadaan yang mengerikan yang bisa memicu penggulingan (para) penindas. Tua dan korup harus dihilangkan sebelum bisa menang. Kontradiksi akan meningkat. Perhitungannya akan semakin cepat oleh munculnya benih gangguan. Wahyu akan mekar."

    Lorde menyebut pesan tersebut adalah mawar putih (Lambang Time's Up) versi dirinya. "Mawar Putih versi saya. Wahyu akan mekar - sebuah kutipan terbesar sepanjang masa, Jenny Holzer," tulisnya dalam kolom caption.

    Selain Lorde, sang ibu, Sonja Yelich pun melayangkan protes halusnya di sebuah cuitan di Twitter dengan mengambil sebuah foto kutipan dari artikel dari New York Times.

    "Dari 899 orang yang dinominasikan dalam enam Grammy terakhir, laporan tersebut menemukan 9 persen adalah wanita. (Tahun ini, Lorde adalah satu-satunya wanita yang dinominasikan untuk album tahun ini; dia (Lorde) tidak memiliki jadwal untuk tampil (di panggung Grammy Award 2018))", isi kutipan tersebut.

    Lorde memang sempat diisukan menolak tampil di panggung Grammy karena dirinya tidak diberi kesempatan secara tampil solo. Namun, pada Jumat, 26 Januari 2017 malam, dia naik ke atas panggung di acara pra-Grammy.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.