Mau Pacaran Lagi setelah Perceraian, Komunikasikan dengan Mantan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Perceraian. columbianewsservice.com

    Ilustrasi Perceraian. columbianewsservice.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perceraian bukanlah suatu hal yang mudah untuk dihadapi dan pacaran setelah bercerai bisa membuat hubungan keluarga menjadi lebih rumit. Karena itu, bila ingin mulai berpacaran lagi setelah bercerai, hal tersebut harus dilakukan dengan komunikasi yang baik, terutama bila memiliki anak dengan mantan suami. 

    Isu wanita yang memiliki kekasih lagi setelah bercerai belakangan menyedot perhatian setelah isu artis Tessa Kaunang suka membawa pacarnya menginap di rumahnya. Padahal, memiliki pasangan baru setelah bercerai boleh-boleh saja asal tidak melanggar kebiasaan di masyarakat.

    Ibu yang ingin pacaran lagi setelah bercerai harus terus membuat anak menjadi prioritas. Karena itu, sangat dianjurkan pada para ibu untuk berkomunikasi dengan mantan suami terlebih dahulu bila ingin mulai pacaran lagi, 

    Tidak hanya itu, bila mantan suami masih terlibat dan aktif dalam kehidupan anak, mendiskusikan mengenai apa saja yang boleh dilakukan di sekitar anak dan apa yang tidak boleh dilakukan juga bisa membantu.

    “Komunikasi dan prinsip sikap menjadi hal penting, terutama dengan meletakkan anak sebagai prioritas utama,” ungkap Kasandra Putranto, psikolog keluarga, kepada Tempo, Minggu, 28 Januari 2018.

    Artikel terkait:
    9 Kiat Memulai Hubungan Baru Setelah Perceraian
    Kasus Tessa Kaunang, Psikolog: Pacaran Lagi, Jangan Libatkan Anak
    Berkaca dari Kasus Tessa Kaunang dan Dampak Psikologis pada Anak

    Pasangan yang bercerai sebelum memiliki anak harus memikirkan mengenai cara terbaik untuk memastikan anak tidak terlibat dengan hubungan-hubungan baru sebelum menjadi hubungan serius.

    Karena itu, komunikasi dengan mantan suami sebelum memperkenalkan pacar ke anak, atau menunjukkan kalau sudah mulai pacaran lagi, pastinya sangat diperlukan, terutama bila perpisahan terjadi secara baik-baik, sangat penting untuk memastikan hubungan anak dengan ayahnya tidak terganggu karena ibu ingin mulai pacaran lagi.

    “Jangan libatkan anak dalam perceraian. Yang cerai orang tua, bukan anak,” lanjut Kasandra Putranto.

    Karena itu, tidak perlu terburu-buru untuk memberitahu anak mengenai hubungan baru tersebut. Hanya libatkan anak bila merasa kalau hubungan tersebut sudah menjadi serius. Pada saat itu pula, komunikasi dengan mantan suami menjadi penting lagi untuk mendiskusikan mengenai peran masing-masing orang tua dan terus memikirkan yang terbaik untuk anak-anak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.