Setelah Pakai Hijab, Rezeki Dina Lorenza Tetap Lancar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dina Lorenza

    Dina Lorenza

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak semua pekerjaan bisa diterima Dina Lorenza setelah memakai hijab. Namun, di saat satu pintu rezeki tertutup, pintu rezeki lain terbuka. Dina justru banyak mendapat tawaran membintangi iklan kecantikan.

    “Padahal saya sudah enggak bisa menerima tawaran seperti iklan sampo dan sabun. Cuma, kok ya yang datang tawaran-tawaran seperti itu,” tuturnya. 

    Godaan lain berupa undangan dari teman atau kolega ke acara di tempat tertentu.

    “Ada saja undangan ke tempat-tempat yang sudah tidak mungkin saya datangi lagi. Acara-acara (pesta) yang begitu deh. Dulu sebelum berhijab mungkin bebas-bebas saja. Tapi sejak berhijab, saya harus membatasi diri,” katanya.

    Dina bersyukur tawaran sinetron selalu menghampiri. Tercatat sejak 2012 hingga 2017, Dina terlibat dalam sinetron “Tukang Bubur Naik Haji The Series”, “Orang-Orang Kampung Duku”, “Tikus dan Kucing”, dan “Dia”. Ia mengaku tidak sembarangan dalam memilih peran.

    “Saya sekarang perannya jadi ibu-ibu. Alhamdulillah berhijab tidak membatasi rezeki,” ungkap Dina. 

    Kehidupan keluarga juga disyukuri karena langgeng. Ia mengurus tiga anaknya sendiri tanpa bantuan pramusiwi. Tak jarang ia memboyong si bungsu yang berusia 3 tahun ke lokasi syuting.

    “Saya merasa lebih aman mengurus anak sendiri. Kalau saya ada kerjaan, ada acara, anak paling kecil pasti saya ajak. Jam kerja juga saya batasi. Enggak sampai pulang larut malam. Alhamdulillah semua lancar,” tutur Dina.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:

    Model Berhijab Pertama L'Oreal Mundur. Apa Alasannya
    Beda Gaya Hijab Lindsay Lohan, Selalu Tampil Menarik
    Rontok dan Ketombe, Masalah Rambut yang Dialami Pemakai Hijab



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.