Kasus Tessa Kaunang, Psikolog: Pacaran Lagi, Jangan Libatkan Anak

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tessa Kaunang. Tabloidbintang.com

    Tessa Kaunang. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mulai pacaran lagi setelah cerai dengan suami bisa menjadi suatu hal yang berat, terutama bila punya anak. Artis Tessa Kaunang menarik perhatian publik pada saat dia diduga terlihat sering mengajak seorang teman pria, yang juga diduga sebagai pacarnya, menginap di rumahnya.

    Putri penabuh drum legendaris Arthur Kaunang itu telah bercerai dari Sandy Tumiwa sejak September 2014. Mereka memiliki dua anak, Andisa Leota Anabel dan Andisa Latafka Avram.

    Bercerai dengan suami setelah memiliki anak tentu bukan hal yang mudah. Namun, prioritas pertama adalah untuk mengutamakan apa yang terbaik untuk anak-anaknya, bukan untuk diri sendiri. Psikolog Kasandra Putranto menjelaskan kalau anak jangan dilibatkan dalam hubungan baru bila masih belum pasti.

    “Bagi perempuan yang sudah bercerai dan ingin membina hubungan baru, sebaiknya tidak melibatkan anak, apalagi jika hubungan belum pasti,” jelas Kasandra Putranto ke Tempo, Minggu, 28 Januari 2018.

    Artikel lain:
    Ini Cerita Tessa Kaunang Diuber Banyak Cowok
    Cerai, Tessa Kaunang Segera Move On

    Untuk hubungan yang masih baru atau hubungan yang tidak serius sebaiknya jangan diperkenalkan kepada anak-anak. Sebaiknya bila ingin memulai hubungan baru, jauhi hubungan tersebut dari anak-anak.

    Pada saat hubungan tersebut menjadi serius, cobalah untuk komunikasikan dengan mantan suami terlebih dahulu. Lalu, bisa dikomunikasikan dengan anak-anak bila hubungan sudah sangat serius.

    “Komunikasi dan prinsip sikap menjadi hal penting, terutama dengan meletakkan anak sebagai prioritas utama,” ujar Kasandra dalam penjelasannya.

    Jangan libatkan anak dalam hal-hal yang berhubungan dengan perceraian karena yang bercerai adalah orang tua, bukan anak-anaknya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.