Mau Mengundang Mantan ke Pernikahan, Pahami Dulu Niat Sebenarnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pernikahan di India. youthconnect.in

    Ilustrasi pernikahan di India. youthconnect.in

    TEMPO.CO, Jakarta - Video mempelai pria yang pingsan di hari pernikahannya usai memeluk sang mantan viral di awal 2018. Tidak sedikit yang berpendapat sang pria belum bisa move on. Yang lainnya menyalahkan si wanita yang hadir di pernikahan mantan kekasihnya.

    Menyaksikan kejadian ini, psikolog klinis dewasa Pingkan Cynthia Belinda Rumondor berpendapat kemungkinan si mempelai pria dan sang mantan masih punya isu yang belum terselesaikan. 

    Menurut Pingkan, isu yang belum selesai sebaiknya jadi pertimbangan untuk mengundang mantan di hari pernikahan. Jika ingin mengundang mantan, Pingkan mengingatkan untuk memikirkan baik-baik beberapa hal ini. 

    "Bila ada pikiran membuat mantan cemburu atau membalas mantan, tanyakan kepada diri sendiri, sampai kapan mau memikirkan mantan? Kalau ada hal yang “belum selesai” dalam diri Anda terkait dengan mantan, ada baiknya selesaikan sebelum menikah," terang dosen dan psikolog klinis di Klinik Jurusan Psikologi Universitas Bina Nusantara ini. 

    Posisi mantan juga perlu jadi pertimbangan, misalnya mantan adalah teman sekantor atau teman kuliah dan Anda merasa perlu mengundangnya sebagai teman, sah-sah saja, asalkan Anda memberitahukan hal ini kepada calon suami atau istri dan tidak mengharapkan atau memikirkan kedatangan mantan.

    "Ingat, saat ini ia hanya teman kantor atau kuliah," ucap Pingkan.

    Yang tak kalah penting adalah perasaan dan persetujuan pasangan ketika Anda ingin mengundang mantan.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Selain Armand Maulana dan Dewi Gita, Pasangan Seleb Ini Juga Awet
    Alasan Kawin Lari Tak Bikin Bahagia
    4 Alasan Perempuan Tak Ingin Menikah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.