Jaga Kesehatan, Kenali Jenis Plastik Wadah Makanan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi isi ulang minuman botol plastik. Livescience

    Ilustrasi isi ulang minuman botol plastik. Livescience

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang yang belum mengetahui tanda atau jenis plastik yang dapat didaur ulang. Masyarakat kerap menyalahartikan angka pada segitiga yang terdapat di bawah kemasan makanan atau minuman sebagai batas pemakaian dan tak sadar dampaknya bagi kesehatan.

    Pemimpin Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia, Christine Halim, berbagi pengetahuan terhadap kesalahpahaman masyarakat mengenai kode segitiga dan angka pada plastik. Logo segitiga sebenarnya merupakan reuse, reduce, recycle, atau 3R.

    “Sebenarnya segitiga itu melambangkan 3R, untuk angka sebenarnya itu nomor kode plastik. Jadi, plastik jenisnya ada banyak, bukan berarti di botol tulisannya 2 berati hanya boleh digunakan dua kali, tidak seperti itu,” ungkap Christine.

    Sebenarnya kode tersebut adalah tanda untuk membedakan plastik. Berikut adalah penjelasan mengenai kode-kode yang terdapat di bawah kemasan makanan atau minuman, dilansir dari lifewithoutplastic.com.

    Artikel lain:
    Makanan Sehat Tak Berarti Boleh Dimakan Kapan Saja, Cek Alasannya
    Mau Bikin Tato, Pertimbangkan Dulu Risiko Berikut
    Stryofoam Dianggap Berbahaya untuk Kesehatan, Ini Faktanya

    #Polyethy terephtlate (PET)
    PET atau segitiga dengan nomor satu merupakan bagian dari poliester polimer. Kode ini biasanya terdapat di botol air minum kemasan, jus, obat, saus salad. Plastik jenis ini hanya sekitar 29 persen dapat didaur ulang karena akan menjadi produk dengan kualitas yang semakin rendah hingga tidak dapat didaur ulang. Penggunaannya hanya untuk sekali pakai.

    #High density polyethylene (HDPE)
    Polietilen merupaka jenis plastik yang paling banyak digunakan di dunia. HDPE mempunyai rantai polimer yang hampir tidak bercabang, dengan demikian bentuk polietilen lebih kuat dan lebih tebal, biasanya terdapat pada kantong plastik grosir, botol susu kemasan, botol minum, botol pemutih, sampo, piring, dan banyak lagi. Kode ini dianggap sebagai plastik yang cukup aman untuk digunakan kembali.

    #Polivinil klorida (PVC)
    PVC atau segitiga dengan nomor 3 adalah jenis plastik kedua yang paling banyak digunakan, biasanya ditemukan pada mainan plastik, plastik makanan atau nonmakanan transparan, plastik minyak goreng, dan lainya. Bila PVC dibakar, dioksin terbentuk dan dianggap salah satu jenis bahan kimia yang beracun. Tidak disarankan untuk digunakan kembali.

    #Polietilen densitas rendah (LDPE)
    Polientilenes adalah plastik yang sering digunakan di dunia. Sifat plastiknya kuat, fleksibel, tahan terhadap udara lembab, mudah diolah kembali dan biasanya digunakan untuk tempat makanan, gelas minuman panas dan dingin serta dianggap sebagai plastik yang aman untuk penggunaan makanan dan minuman.

    #Polipropilena (PP)
    Umumnya PP lebih kaku dan tahan panas sehingga sering digunakan untuk wadah yang berisi makanan panas, biasanya digunakan untuk wadah makanan, botol susu bayi dan sebagainya. Kode ini aman untuk digunakan berulang kali.

    #Polistiren (PS)
    Biasa dikaitkan dengan wadah makanan seperti styrofoam dengan bahan Expandable Polystyrene atau EPS. EPS biasa digunakan untuk wadah makanan styrofoam, karton telur, cangkir, dan mangkuk sekali pakai. Hindari pemakaian kode segitiga 6 secara berulang.

    #Other (O)
    Kode segitiga 7 ini tidak mengidentifikasikan satu jenis plastik saja, dapat mencakup plastik yang dapat dilapisi atau campuran berbagai plastik. Other biasanya adalah polikarbonat dan dipakai untuk tempat makan, botol minum olahraga, botol bayi, galon penyimpanan air. Saran untuk penggunaan PC yaitu sebaiknya hindari karena bisa mengakibatkan berbagai risiko penyakit seperti kanker.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.