Awas Sembelit, BAB Sekali Sehari Tidak Cukup. Berapa Idealnya?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak belajar ke toilet (toilet training). amazon.com

    Ilustrasi anak belajar ke toilet (toilet training). amazon.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Buang air besar sekali sehari sebenarnya tidak bagus untuk kesehatan. Apalagi untuk orang-orang yang buang air besar setiap dua atau tiga hari sekali. Hal tersebut bisa menyebabkan masalah sembelit, kelainan di sistem pencernaan akibat pengerasan tinja yang berlebihan sehingga membuat sulit untuk dikeluarkan.

    Sembelit yang parah dapat menyebabkan kanker usus. Karena itu, buang air besar sekali sehari itu berisiko. Sebaiknya buang air besar sehari dua kali untuk menghindari masalah pada usus. Baca: 5 Jenis Buah untuk Mengusir Sembelit

    “Banyak yang bilang kalau mereka belum makan cukup untuk buang air besar dua kali sehari. Hal tersebut dapat dibantu dengan olahraga, air, dan serat,” ungkap dr. Phaidon L Toruan, praktisi kesehatan, di Jakarta, Kamis, 18 Januari 2018.

    Kurang konsumsi serat dari nasi dan buah-buahan membuat tinja mengembang. Selain itu, orang yang kurang berolahraga biasanya ususnya lebih lambat. Dengan proses pembusukan lebih panjang, risiko penyakit semakin banyak. Baca juga: Alami Sembelit, Tinja 13 Kilogram Diangkat dari Perut Pria Ini

    “Orang puasa sering sembelit karena mereka pikir makan kurang berarti buang air besarnya lebih jarang. Padahal bisa dibantu dengan olahraga dan minum air banyak atau makan buah pada saat berbuka,” ujar dr. Phaidon.

    Orang berbuka puasa sering dengan minum yang manis-manis. Padahal sebaiknya minum jus buah atau minum air kelapa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.