Daripada Operasi Plastik, Katy Perry Pilih Filler Saja

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Katy Perry tampil dalam gelaran konser Witness: The Tour di Staples Center, Los Angeles, 7 November 2017. Willy Sanjuan/Invision/AP

    Katy Perry tampil dalam gelaran konser Witness: The Tour di Staples Center, Los Angeles, 7 November 2017. Willy Sanjuan/Invision/AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Katy Perry telah mencoba berbagai produk kecantikan. Namun ia mengaku tak pernah melakukan operasi plastik untuk memperbaiki penampilan.

    "Saya tak melakukannya. Saya telah melakukan laser dan mendapat suntikan filler di bawah mata untuk mengatasi lingkaran hitam. Orang cenderung menganggapnya palsu, tapi itu tidak masalah untuk saya," katanya.

    Penyanyi berusia 33 tahun itu tidak menentang operasi plastik karena menurutnya tak ada salahnya jika orang ingin membuat diri mereka lebih baik. Baca: Filler, Cantik Instan tanpa Rasa Sakit

    "Kita menjauh dari stigma negatif tentang perubahan fisik, tentu saja kita selalu menjadi diri sejati. Tetapi jika orang menginginkan perbaikan hidung yang membuatnya merasa lebih bagus, dan mereka lebih mencintai diri mereka karena itu, ya silakan!" tutur Perry.

    Ia lalu mengungkapkan rahasia tubuhnya yang ramping. Salah satunya karena perbaikan pola makan. Baca juga: Perawatan Kecantikan yang Oke Tak Harus Mahal. Berapa Biayanya?

    "Saya sangat menyukai makanan dan kadang jika suasana hati sedang buruk, yang saya inginkan hanyalah es krim yang rasanya sama saja, tak peduli negara tempat Anda berada," papar pelantun "Last Friday" itu.

    Dia kemudian menganggap dopamin telah membuatnya merasa baik. "Tapi tahun lalu, saya sudah makan lebih baik daripada sebelumnya, mengurangi makanan cepat saji, sedikit asupan gula, dan tubuh jauh lebih baik. Wajah saya juga bersinar, " katanya dalam laman Ace Showbiz.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.