Senang Tidur Pakai Kipas Angin, Awas Infeksi Saluran Pernapasan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tidur mangap. Shutterstock

    Ilustrasi tidur mangap. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kipas angin adalah salah satu alternatif yang pas saat sedang gerah karena cuaca panas. Namun ternyata penggunaan kipas angin saat tidur bisa menimbulkan dampak negatif untuk tubuh dan kesehatan.

    Jadi, buat yang senang tidur menggunakan kipas angin, coba pertimbangkan lagi kebiasaan tersebut. Berikut ini tiga dampak negatif menyalakan kipas angin saat tidur.

    Sebabkan dehidrasi
    Meski dapat mengurangi rasa gerah, ternyata menyalakan kipas angin saat tidur bisa membuat tubuh dehidrasi. Menyalakan kipas angin saat tidur dapat menyebabkan cairan yang kita konsumsi sebelum tidur makin berkurang, kemudian akan berdampak membuat tubuh mudah lelah dan rentan terserang penyakit.

    Infeksi saluran pernapasan
    Selain dehidrasi, infeksi saluran pernapasan juga bisa terjadi jika terlalu sering menyalakan kipas angin saat tidur. Kondisi ini akan makin parah jika kita tertidur dalam ruangan yang tertutup karena bakteri serta virus akan berputar-putar di satu tempat dan memudahkan hidung menghirupnya.

    Kulit kering
    Banyak orang tidak tahu bahwa menyalakan kipas angin saat tidur bisa menyebabkan cairan dalam tubuh menguap. Cairan yang menguap itu tidak hanya membuat dehidrasi, tapi juga kulit kering.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Jangan Anggap Remeh Kurang Tidur, Dampaknya Serius buat Kesehatan
    Tingkatkan Kualitas Tidur dengan Kamar yang Nyaman
    Posisi Tidur yang Pas Supaya Asam Lambung Tak Naik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.