3 Rambu Gunakan Media Sosial agar Tidak Stres

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/Zulkarnain

    Ilustrasi. TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO.CO, Jakarta - Media sosial lekat dengan kehidupan sehari-hari. Mendapatkan kabar terbaru dari teman lama atau yang tinggal di luar kota kini cukup sekali ketuk di layar ponsel atau komputer. Tetapi, bermain media sosial yang tidak tepat bisa menimbulkan stres atau depresi kepada penggunanya.

    Psikiater Dr. Dharmawan Purnama menyatakan butuh pengendalian diri ketika berselancar di media sosial. Ia mencontohkan foto-foto pada media sosial, jika tidak disikapi dengan bijak, dapat menimbulkan rasa gagal kepada orang lain yang melihatnya.

    “Ada yang merasa dirinya tidak berharga, gagal, karena dia membandingkan dirinya dengan teman-teman yang dia anggap sukses,” kata Dharmawan.

    Tidak jarang orang rela melakukan apa pun demi “tampil” di media sosial, misalnya berutang agar bisa berjalan-jalan dan mengunggah foto-fotonya di media sosial. Perilaku tidak bijak seperti itu menurut Dharmawan dapat menimbulkan masalah kesehatan mental.

    Baca juga:
    Survei: Instagram Buruk buat Kesehatan Mental, Simak Alasannya
    Jangan Abaikan Curhat Orang Depresi di Media Sosial
    6 Rambu yang Harus Diperhatikan Pasangan di Media Sosial

    Agar tidak mengalami masalah mental atau stres, bahkan depresi, Dharmawan memberikan rambu-rambu dalam menggunakan media sosial sewajarnya.

    1. Batasi waktu
    Ketika hari atau jam kerja, batasi menggunakan media sosial agar dapat fokus ke pekerjaan. Sebagai contoh, tidak perlu memantau grup percakapan selama tidak berhubungan dengan pekerjaan, selama jam kerja.

    2. Hindari bergosip
    Jika media sosial hanya digunakan untuk bergosip, sebaiknya tidak perlu membuat media sosial.

    3. Produktif
    Setiap orang, kata Dharmawan, sebaiknya memiliki hobi atau mainan yang membuat dirinya produktif. Hal tersebut juga berlaku ketika mengakses media sosial. Gunakan untuk hal yang produktif, misalnya berjualan atau membangun jejaring.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.