Alasan Anak di Bawah Umur Tak Boleh Lakukan Perubahan Wajah

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi filler/botox. Shutterstock

    Ilustrasi filler/botox. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Media sosial sekarang sudah digunakan oleh banyak anak muda. Karena itu, banyak juga yang melihat wajah pesohor seperti Kylie Jenner, yang sudah melakukan filler pada bibir sejak muda.

    Banyak anak yang sudah tertarik untuk melakukan perawatan kecantikan, seperti filler, dari umur belasan tahun. Selain itu, tekanan untuk terlihat sempurna dari usia muda juga semakin besar.

    “Anak yang usia masih muda, masih belasan tahun biasanya datang dengan masalah jerawat. Kalau anak-anak SMA juga banyak yang mendorong untuk melakukan filler bibir dan hidung,” jelas dr. Lanny Juniarti, Pendiri dan Presiden Direktur Miracle Aesthetic Clinic Group.

    Banyak yang ingin bibir lebih seksi seperti Kylie Jenner. Karena itu, media, pemasaran, dan tekanan untuk eksis menjadi dorongan besar anak muda yang memilih untuk melakukan filler.

    Baca juga:
    Tren Kecantikan 2018, Antipolusi Singkirkan Antipenuaan
    Tren Kecantikan Aneh Mulai Dicari di 2018
    Resolusi 2018: Stop Pencet Jerawat dan Pinjam Makeup

    Sebenarnya, filler secara teknis aman bila melakukannya di tempat yang terpercaya. Filler sudah dibuat agar aman digunakan anak muda dari umur belasan tahun. Namun, dokter memiliki kewajiban untuk melihat dan mengukur stabilitas mentalnya.

    “Bukan mengenai kesehatan mereka, namun lebih kondisi emosi dan mental. Masih muda kan masih mencari identitas, mereka belum tentu puas dan malah semakin tidak percaya diri,” lanjut Lanny.

    Indonesia memiliki peraturan di mana anak di bawah 17 tahun tidak bisa melakukan filler tanpa pendampingan dan disetujui oleh orang tua.

    “Mereka belum dewasa. Belum lagi efek samping yang bisa terjadi. Dokter berhak menolak untuk melakukan prosedur pada pasien kalau mereka belum menunjukkan kalau mereka siap,” ujar Lanny.

    Banyak yang datang ke klinik kecantikan dan minta untuk melakukan perawatan kecantikan, namun terlihat memiliki masalah psikologis. Karena itu, banyak dokter menolak untuk melakukan prosedur pada anak muda karena takut efek samping secara psikologis. Isu ini juga dibicarakan di seluruh dunia, banyak dokter mempertanyakan hal tersebut.

    “Apakah etis untuk melakukan prosedur kecantikan pada anak muda dan memenuhi keinginan pasien yang masih belasan tahun?” Menurut Lanny, banyak dokter di seluruh dunia belum bisa menjawab masalah tersebut, karena setiap pasien berbeda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.