Senin, 28 Mei 2018

Difteri Cepat Menular, Orang Tua Harus Lakukan Ini

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nahla Arishi, seorang dokter anak, memeriksa seorang anak laki-laki yang terinfeksi virus difteri di rumah sakit Al-Sadaqa di kota pelabuhan selatan Aden, Yaman, 18 Desember 2017. YEMEN-DIPHTHERIA / REUTERS

    Nahla Arishi, seorang dokter anak, memeriksa seorang anak laki-laki yang terinfeksi virus difteri di rumah sakit Al-Sadaqa di kota pelabuhan selatan Aden, Yaman, 18 Desember 2017. YEMEN-DIPHTHERIA / REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyakit difteri sempat bikin panik masyarakat pada akhir 2017. Difteri adalah penyakit menular yang endemis, dan dapat dicegah dengan melakukan imunisasi.

    Baca juga:
    Difteri Rentan pada Anak, Ketahui Cara Penularan dan Mencegahnya

    Memasuki awal 2018, belum ada laporan kasus difteri baru. Namun, melakukan imunisasi menjadi langkah yang penting, terutama untuk anak-anak. Difteri merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebarkan toksin atau racun yang menyerang jantung.

    “Sosialisasi sangat penting untuk dilakukan karena ada gerakan yang antiimunisasi atau antivaksin yang bisa berbahaya,” ujar Niken Widiastuti, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jakarta, Jumat 12 Januari 2018.

    Pegawai Kementerian Sekertariat Negara saat mengikuti vaksinasi Difteri di Kantor Dharmawanita Persatuan Kemensetneg, Jalan Veteran 17-18, Jakarta, 8 Januari 2018. TEMPO/Subekti.

    Difteri adalah penyakit yang menular melalui percikan ludah. Angka kematian yang disebabkan difteri di Indonesia pada 2017 mencapai 4,62 persen. Pasien difteri berumur 5-9 tahun mencapai 33 persen. Sekretaris Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Soedjatmiko, menjelaskan upaya pencegahan yang bisa dilakukan oleh orang tua pada anak.

    "Orang tua harus periksa mulut anak. Bila ada lapisan putih tebal, sebaiknya langsung bawa ke dokter untuk diperiksa, diobati, dinetralisir, dan dimatikan racunnya," kata Soedjatmiko. Supaya kuman tidak menyebar, anak yang disangka terkena difteri harus diisolasi. Selain anak, dia menjelaskan, orang tua, saudara, kakek, nenek, tetangga, dan tenaga perawat juga harus melakukan vaksinasi agar tidak menyebar lebih jauh lagi.

    ASTARI PINASTHIKA SAROSA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Jenis Serangan di Seluruh Dunia, Teror Bom Masih Jadi Pilihan

    Inilah jenis-jenis teror dan korban yang jatuh di berbagai penjuru dunia sejak menara kembar WTC diserang, teror bom masih jadi pilihan pelaku teror.