Ahok Gugat Cerai, Bagaimana agar Anak Tak Ikut Tertekan?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perjalanan Ahok dan Veronica, Sejak Bertemu sampai Isu Cerai

    Perjalanan Ahok dan Veronica, Sejak Bertemu sampai Isu Cerai

    TEMPO.CO, Jakarta - Berpisahnya orang tua, baik itu sudah benar-benar terjadi atau baru sebatas rencana, bisa saja membuat anak tertekan. Terlebih jika orang tua yang berencana bercerai merupakan figur publik, seperti halnya mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan istrinya, Veronica Tan. Sorotan publik dan pemberitaan mengenai hal ini tentu tak terhindarkan. 

    "Tekanan tidak dapat dihindari karena mau tidak mau anak-anak akan menghadapi perubahan di sekitarnya, termasuk semakin menjadi sorotan perhatian publik," ujar psikolog anak dan keluarga, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S Psi.

    Menurut Vera, selain soal pemberitaan dan sorotan publik, sebatas perhatian dari orang lain kepada anak, bahkan bisa menjadi penyebab lainnya mereka tertekan. Padahal, mungkin saja orang-orang yang memberi perhatian itu bermaksud baik. 

    Tak hanya itu, perubahan sikap orang tua pun bisa memberi tekanan pada anak.

    Baca: Cerai? Simak 4 Kesalahan yang Bisa Mengacaukan Sebuah Hubungan

    "Orang tua mereka pun akan menunjukkan sikap dan kondisi emosi yang berbeda dengan sebelumnya, anak bisa rasakan hal ini meskipun orang tua tidak bicara terbuka, misalnya ibu lebih banyak murung dan bersedih," kata Vera memaparkan. 

    Lalu, bagaimana caranya agar anak-anak ini tak semakin tertekan karena kasus yang tengah dihadapi orang tuanya? Dukungan seperti apa yang mereka butuhkan?

    Baca juga: Ahok Gugat Cerai, Hati-Hati Efek Cerai Pada Anak

    Berikut ini tiga hal yang bisa dilakukan orang tua atau orang-orang di sekeliling anak, menurut Vera. Pertama, pihak keluarga, misalnya, memberi pengertian kepada anak untuk tidak membaca konten media sosial tentang pemberitaan orang tua mereka. 

    Kedua, biarkan mereka tetap melakukan rutinitasnya sehari-hari. Ketiga, jangan libatkan mereka dalam kericuhan yang ada, misalnya memaksa mereka memilih ikut siapa atau mendengar orang tua saling menjelekkan satu sama lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.