5 Tanda Anda Sedang Jalani Hubungan Cinta yang Manipulatif

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan saling buang muka. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan saling buang muka. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hubungan yang baik adalah saat dua orang saling mencintai dan menyayangi. Tapi, cinta bukanlah satu-satunya hal yang penting dalam sebuah hubungan.

    Kehidupan berpasangan membutuhkan kepercayaan dan pengertian untuk bertahan. Beruntunglah pasangan yang memiliki kepercayaan dan pengertian untuk menunjang cinta yang mereka miliki. Suatu hubungan bisa berubah masam dan berujung pahit jika ada kecemburuan, ketidakpercayaan, manipulasi, dan keraguan.

    Banyak orang menggunakan manipulasi sebagai senjata atau sarana untuk mengikat pasangannya untuk diri mereka sendiri. Manipulasi dalam sebuah hubungan kurang lebih sama dengan pelecehan psikis dan lebih baik keluar dari hubungan semacam itu sesegera mungkin.

    Infografis: Kemungkinan Hubungan Cinta antara Robot dan Manusia

    Manipulasi sering tampak seperti cinta, perhatian, dan sifat posesif. Sangat sulit untuk mengenali manipulasi, terutama saat Anda sangat mencintai pasangan. Tetapi, penting untuk mengetahuinya sesegera mungkin dan mengakhiri perilaku atau hubungan itu sendiri. Berikut tanda-tanda bahwa Anda berada dalam hubungan yang manipulatif, seperti dilansir Boldsky.

    Baca juga:
    Tantangan Menikah Muda, Tidak Siap Lahir Batin
    Fenomena Menikah Muda, Ini Pemicunya Menurut Psikolog
    Asyiknya Punya Pasangan yang Humoris. Cek 4 Kelebihannya

    #Menggunakan cinta sebagai pembenaran atas sikapnya
    Apakah pasangan pernah melakukan kesalahan dan menggunakan cinta sebagai pembenaran? Apakah pasangan melarang Anda bertemu dengan teman-teman? Apakah pasangan juga melarang Anda untuk pergi ke tempat-tempat tertentu? Nah, kecemburuan dan tidak adanya kepercayaan bisa menyebabkan pasangan bertindak dengan cara yang buruk. Jika pasangan menyadari kesalahannya dan meminta maaf atau memperbaiki caranya, itu bagus. Tapi jika dia mengatakan bahwa dia melakukannya karena dia mencintai Anda, ketahuilah bahwa itu adalah cara manipulasi yang halus.

    #Mengaku peduli, padahal hanya posesif
    Jika pasangan tidak suka Anda berada jauh darinya, ini agak mencurigakan. Sebagai individu, setiap orang membutuhkan sedikit me time. Apa yang harus dilakukan? Jika pasangan membatasi Anda melakukan sesuatu yang Anda sukai dan mengatakan bahwa itu karena dia peduli, Anda harus curiga apakah sedang dimanipulasi. Cari tahu apakah pasangan benar-benar peduli sebelum mengambil keputusan.

    #Pindah untuk memulai yang baru
    Bila pasangan bersikeras untuk memulai sesuatu yang baru tanpa alasan tertentu, Anda perlu curiga. Seringkali berpindah-pindah ke tempat yang sama sekali baru adalah taktik pasangan untuk bisa mengendalikan diri Anda sepenuhnya. Pasangan ingin menjauhkan Anda dari keluarga dan teman dengan pindah ke tempat di mana Anda tidak memiliki siapa pun. Jadi, jika pasangan mengusulkan awal yang baru, cari tahu alasannya. Pastikan Anda memiliki seseorang yang baik yang dapat diandalkan jika memutuskan untuk pindah.

    #Meminta Anda melakukan sesuatu dengan mengatasnamakan cinta
    Saat jatuh cinta, Anda akan melakukan hampir semua hal untuk pasangan. Jika pasangan ingin Anda melakukan sesuatu yang tidak Anda sukai, itu adalah suatu pertanda. Pasangan yang manipulatif menggunakan ungkapan seperti "Kalau kamu benar-benar mencintai aku, lakukan ini." Anda tidak perlu membuktikan perasaan cinta kepadanya, apalagi dengan melakukan sesuatu yang tidak Anda sukai. Jika pasangan memang mencintai Anda, mereka tidak akan pernah membuat Anda melakukan sesuatu yang tidak Anda sukai.

    #Ancaman bunuh diri
    Ancaman bunuh diri mungkin adalah cara yang paling umum dan paling ekstrem sehingga seseorang dapat memanipulasi pasangannya. Jika pasangan memproklamirkan cintanya dan mengatakan bahwa mereka akan bunuh diri jika Anda meninggalkannya, ketahuilah bahwa itu bukan cinta. Tidak ada yang romantis karena diancam bunuh diri. Ini hanya cara untuk memanipulasi dan mempengaruhi keputusan Anda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.