Rabu, 19 September 2018

Pendidikan Dasar Anak Selalu Berawal dari Rumah, Bukan Sekolah

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu menemani anaknya belajar. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu menemani anaknya belajar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak sekolah unggulan swasta mulai membuka pendaftaran pada awal tahun. Para orang tua yang berminat memasukkan anaknya di sekolah jenis ini bisa mulai memilih-milih sekolah terbaik untuk buah hati.

    Namun, menurut psikolog dari Biro Konsultasi Psikologi Westaria, Yuli Suliswidiawati, dalam proses memilih sekolah yang terbaik, kebanyakan orang tua berharap, bahkan cenderung menuntut sekolah menjadikan anak-anak mereka sukses. Dalam pemahaman sekarang, sukses sekolah berarti sama dengan lebih ke arah pintar. Setelah itu, baru berharap anaknya menjadi baik sesuai dengan penilaian orang lain.

    "Ketika kemudian anak menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan harapan dan tuntutan, maka dengan mudah orang tua menyalahkan pihak sekolah," kata Yuli.

    Padahal sejatinya proses pengembangan dan pendidikan yang dilakukan di sekolah atau pendidikan formal, yang dimulai pada usia 7 tahun, hanyalah lanjutan dari apa yang sudah terbentuk dari rumah, yakni ketika sudah terbentuk kemandirian yang ditunjukkan atau dibuktikan melalui hasil tes kematangan oleh psikolog atau atas dasar observasi orang-orang yang kompeten dan sudah berpengalaman.

    Baca juga:
    Lagu yang Didengar Anak Pengaruhi Kompetensi Verbal dan Sosial
    Anak Terobsesi Jadi Pahlawan Super, Coba Sikapi dengan Benar
    Sering Ajak Anak Main di Luar Ruangan Cegah Rabun Jauh

    Dalam hasil tes kematangan atau kesiapan masuk sekolah itu akan tergambar bagaimana kematangan dan kemandirian anak dari segi emosi, sosial, kemandirian, dan intelektual.

    "Apa pun yang ditampilkan dari hasil tes itu tentu merupakan gambaran dari hasil proses pengasuhan, pengembangan, pendampingan yang anak dapatkan dari orang tuanya dan orang-orang dewasa di sekitarnya sejak masih sangat kecil," ucap Yuli.

    Dengan demikian, pada proses pendidikan formal, dalam sekolah apa pun, yang menjadi pilihan orang tua dan anak yang bersangkutan bukanlah tempat utama dan pertama untuk membentuk anak hingga menjadi sukses pada kemudian hari. Sekolah, kata Yuli, hanyalah pihak yang melakukan pengembangan dan pendidikan lanjutan yang sudah dimulai dari rumah.

    "Dan terus bekerja sama dengan orang tua dalam pematangan pengembangan anak yang utuh dan bulat. Bukan sekadar pintar dari ilmu pengetahuan, tapi juga cerdas pada keseluruhan aspek," tuturnya.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.