Tak Percaya pada Anak, Dampak Buruknya sampai Dia Besar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meredakan Amarah Anak

    Meredakan Amarah Anak

    TEMPO.CO, Jakarta - Sesuatu yang berlebihan tidak akan baik, termasuk khawatir berlebihan kepada buah hati. Sebagai orang tua, Anda mungkin pernah atau bahkan sering memperingatkan anak untuk berhati-hati ketika mereka mencoba suatu hal untuk pertama kali. Kebiasaan ini menurut penggiat pendidikan Najelaa Shihab berdampak negatif pada anak

    "Ketika khawatir berlebihan, yang ditangkap anak adalah orang tuanya tidak percaya dengan kemampuan mereka. Akhirnya anak malah enggak bisa melakukan hal tersebut," terang Najelaa, Rabu, 20 Desember 2017, di Jakarta. 

    Najelaa mengingatkan bahwa orang tua harus percaya anaknya bisa mencapai sesuatu yang baik. 

    "Pada dasarnya, anak butuh dipercaya dulu baru dia akan membuktikan bahwa layak dipercaya. Beda dengan orang dewasa yang harus membuktikan dulu baru bisa dipercaya," tambah pendiri sekolah Cikal ini. 

    Menurut Najelaa, orang tua perlu mengingat setiap tindakannya punya efek jangka panjang pada anak. "Yang paling sulit menjadi orang tua adalah merenungkan, apa yang saya lakukan ini, efeknya apa buat jangka panjang anak?" tuturnya. 

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Kiat Melindungi Anak Saat Gempa Bumi
    Alasan Anak Tak Boleh Pakai Pembersih Wajah
    Kiat Atasi Konflik Ibu Zaman Old dan Now soal Merawat Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.