Awas, Salah Pembersih Make Up Bahaya buat Wajah

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • FPC. Pembersih Makeup Seleb. Shutterstock

    FPC. Pembersih Makeup Seleb. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Perempuan pada saat menggunakan make up, tebal atau tipis, sebelum tidur pasti harus dibersihkan. Kebanyakan pembersih make up sebenarnya tidak berbahaya untuk kulit. Namun perhatikan bahannya. Efek samping apapun akan tergantung pada kandungan di dalam produk tersebut dan sensitivitas kulit seseorang.

    Jika memiliki kulit atau mata yang sangat sensitif, kemungkinan besar Anda akan bereaksi berbeda terhadap pembersih make up tertentu. Pembersih make up yang berbasis alkohol juga bisa mengeringkan kulit. Selain itu, menghapus rias wajah menggunakan bahan seperti minyak bayi dapat menyumbat pori-pori secara signifikan dan menyebabkan jerawat.

    “Pembersih make up micellar itu aman karena menggunakan kandungan alami. Tapi, tetap jangan sampai masuk mata. Efek sampingnya iritasi di mata,”  ujar Nurhayatini, Product Manager PT Natural Nutrindo.

    Namun, pada akhirnya sensitivitas kulit tetap menentukan jenis pembersih yang cocok digunakan dan akan berbeda untuk setiap orang. Menggunakan penghilang make up yang tepat sangat penting untuk menjaga kulit agar tetap awet muda.

    Hal yang perlu dipikirkan pada saat memilih pembersih riasan yang sempurna adalah untuk menghindari produk yang mengandung alkohol, wewangian, dan pengawet. Selain itu, setelah menggunakan pembersih, selalu cuci muka yang bersih.

    Sangat penting untuk membersihkan menggunakan air setelah menggunakan pembersih riasan untuk mencegah tersumbatnya pori-pori dan jerawat. Karena itu, pastikan untuk membersihkan wajah dengan air  setelah menggunakan pembersih make up.

    Artikel lain:
    Beda Menghapus Make Up dengan Micellar dan Pembersih Biasa
    Alasan Anak Tak Boleh Pakai Pembersih Wajah
    Trik Memilih Kosmetik Korea, Jangan Salah Pilih Krim BB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.