Kebiasaan Ngemil Orang Indonesia Lebih dari 3 Kali Sehari

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ngemil di kantor. Shutterstock

    Ilustrasi ngemil di kantor. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan makan tiga kali sehari. Bahkan di sela-sela waktu makan tiga kali sehari tersebut, kita menyantap makanan ringan atau biasa disebut ngemil. Hasil dari penelitian Mondelez International terkait pola konsumsi camilan masyarakat Indonesia atau “Snacking Habit Report: Indonesia” menyebutkan bahwa rata-rata 1 dari 3 orang mengkonsumsi lebih dari 3 camilan per hari.

    Camilan yang dikonsumsi merupakan makanan lokal atau tradisional sampai makanan kemasan. Penelitian tersebut melibatkan 1.500 orang dewasa di Indonesia dan 500 orang ibu rumah tangga dengan usia anak antara 3 hingga 12 tahun. 

    Head of Corporate and Goverment Affairs Mondelez Indonesia Khrisma Fitriasari menganjurkan agar masyarakat mengkonsumsi camilan lebih cermat. "Kami ingin masyarakat merasakan kepuasan ketika ngemil, seimbang dan menghilangkan rasa bersalah yang kerap diasosiasikan dengan ngemil," ujarnya dalam diskusi media di Jakarta pekan lalu. 

    Sementara itu, psikolog klinis Tara de Thouars yang juga fokus pada diet dan pola makan, menyarankan orang yang suka ngemil menikmati setiap gigitan saat ngemil. Dengan begitu, membuat momen ngemil menjadi lebih menyenangkan.

    "Sebelum ngemil, pahami kenapa kita membutuhkan camilan. Apakah karena lapar atau sekedar ingin memberikan ‘hadiah’ kepada diri sendiri?" ucapnya. "Dengan memahami kebutuhan masing-masing akan camilan, diharapkan dapat membantu memilih apa yang harus dikonsumsi sehingga bisa ngemil dengan cermat.”

    Baca juga:
    Manfaat Jika Bayi Rajin Ngemil
    Ngemil Juga Ada Syaratnya Supaya Tetap Sehat
    Sulit Berhenti Ngemil? Coba Cara ini!

    Selain frekuensi ngemil, berikut ini hasil penelitian Mondelez Indonesia terkait dengan kebiasaan ngemil: 

    1. 72 persen dari responden mengkonsumsi makanan sebanyak tiga kali sehari, dan 85 persen diantaranya tidak pernah melewatkan makan pokoknya tiga kali dalam sehari.
    2. Masyarakat Indonesia menjalankan 11 jam kerja per harinya, karena adanya kemacetan lalu lintas di kota-kota besar yang mengakibatkan jam makan malam menjadi lebih larut. Hal ini berimbas pada adanya kebiasaan mengemil di kala kemacetan.
    3. Teh merupakan minuman atau camilan nomer dua yang dikonsumsi setelah biskuit.
    4. Hanya 36 persen masyarakat yang mengonsumsi camilan seorang diri, sedangkan sisanya mengkonsumsi camilan bersama orang lain sebagai perekat sosial.
    5. Sebanyak 20 persen masyarakat Indonesia mencari makanan yang lebih sehat dengan kandungan vitamin dan mineral yang lebih banyak. Biskuit menjadi salah satu pilihan makanan yang paling banyak dikonsumsi dibandingkan camilan lainnya.  (13%)
    6. Buah-buahan dianggap camilan yang memanjakan, bukan camilan yang
    menyehatkan, dan biasanya dikonsumsi setelah makan besar atau jika ingin mencari sesuatu yang manis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.