Kiat Mencegah Mual di Semester Pertama Kehamilan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu hamil. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa calon ibu kerap merasa mual disertai muntah di tiga bulan masa kehamilan atau trisemester pertama. Rasa mual yang tak kunjung teratasi berisiko menyebabkan ibu dan bayi kekurangan nutrisi terutama zat besi, kalsium, asam folat, dan vitamin, karena hanya sedikit atau bahkan tidak ada asupan makanan yang masuk ke tubuh ibu. 

    Nutrisi ini penting karena di tiga bulan pertama kehamilan terjadi pembelahan sel secara cepat dan masa organ-organ janin berkembang. "Mual, muntah dialami 50-90 persen wanita hamil di trisemester pertama," ujar spesialis gizi klinik dari RSUD Cianjur, dr Julia Dewi Nerfina M Gizi SpGK, dalam diskusi media, di Jakarta, Senin, 18 Desember 2017. 

    Baca juga:
    Persiapan yang Penting Dilakukan Calon Ibu Sebelum Hamil
    Terus Ditanya Kapan Punya Anak, Ini Jawaban Jitu
    Manfaat Yoghurt buat Ibu Hamil dan Menyusui

    Supaya ibu dan bayi tidak mengalami malnutrisi ada cara untuk menyiasati rasa mual yang dialami ibu. "Makan dalam porsi kecil namun sering. Berhenti dulu 15 menit untuk menghindari mual," kata Julia. 

    Cara lainnya yaitu mengkonsumsi makanan dalam bentuk makanan ringan dan mengurangi makanan yang berbumbu merangsang karena bisa memicu mual. "Bisa juga mengubah bentuk makanan lebih lunak agar lebih mudah menelan, lalu minum sebelum makan untuk menghindari muntah," ujar Julia. 

    Julia menambahkan, sebaiknya hindari konsumsi minuman mengandung kafein karena bagi sebagian orang bisa menimbulkan rasa mual. "Selain itu, konsumsi minuman mengandung jahe, misalnya dalam bentuk permen dan biskuit. Pada beberapa pasien hasilnya bisa menghindari rasa mual," katanya. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.