Gaji Naik Tiap Tahun Salah Satu Alasan Pekerja Milenial Betah

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita mencari lowongan kerja. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita mencari lowongan kerja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pekerja generasi milenial dikenal sebagai pekerja yang kreatif, berpikiran terbuka, dan luwes. Meski begitu, pekerja yang lahir dalam rentang 1980-1999 lebih sering dibahas sebagai generasi pekerja yang gemar bergonta-ganti pekerjaan, tidak loyal, cepat bosan, dan menginginkan kesuksesan secara instan.

    Hal tersebut membuat pekerja generasi milenial dicap negatif. Jika ditelusuri lebih dalam, para milenial tidak melakukan itu tanpa alasan. Untuk mengetahui penyebabnya, Qualtrics dan Accel, perusahaan survei peranti lunak berbasis di Utah, Amerika Serikat, menyurvei 1.500 pekerja milenial.

    Baca juga:

    Saran Sukses Arini Subianto untuk Generasi Milenial, Apa Saja?

    Kiat Menempa Mental agar Kuat serta Sehat dan Karier Mantap

    Situasi di Tempat Kerja Tak Kondusif, Coba Cari Pekerjaan Baru

    Ilustrasi wanita sedang wawancara kerja. shutterstock.com

    Hasilnya, seperti dilansir situs bisnis dan karier CNCB, hampir 90 persen pekerja milenial bersedia menetap di satu pekerjaan sampai 10 tahun jika memperoleh kepastian akan dua hal, yaitu kenaikan gaji tahunan yang layak dan jenjang karier yang luas. 

    Sedangkan ketika menjawab pertanyaan “Seberapa lama Anda akan bertahan di pekerjaan sekarang jika Anda menyukainya?”, mayoritas sebanyak 68 persen mengatakan setidaknya tiga tahun.

    Adapun untuk pertanyaan “Apa yang membuat Anda meninggalkan pekerjaan yang Anda sukai?”, 16 persen menjawab karena ingin kembali bersekolah, 24 persen merasa butuh relokasi, dan 36 persen menginginkan kesempatan lebih baik. Yang mengejutkan, hanya 3 persen yang mengatakan tidak suka menghabiskan waktu lama di satu pekerjaan.

    TABLOID BINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.