Anne Beau Cox Chambers Wanita Terkaya Berkat Bisnis Media

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wanita terkaya di Amerika, Anne Cox Chambers. Forbes

    Wanita terkaya di Amerika, Anne Cox Chambers. Forbes

    TEMPO.CO, Jakarta - Anne Beau Cox Chambers merupakan pemilik media Amerika yang mempunyai kepentingan Cox Enterprises, sebuah kerajaan media milik pribadi yang mencakup surat kabar, televisi, radio, tv kabel dan bisnis lainnya.

    Chambers lahir pada 1 Desember 1919, putri dari James M Cox, penerbit surat kabar dan calon Presiden Demokrat, dari istri keduanya Margarerra Parker Blair. Chambers memiliki dan mengendalikan bisnis ayahnya melalui Cox Enterprises.

    Selama 33 tahun ia menjadi pemilik perusahaan keluarga bersama dengan kakaknya, Barbara Cox Anthony, yang telah meninggal pada 28 Mei 2007. Ia tinggal di Atlanta, Georgia.

    Forbes memperkirakan nilai bersih dari kekayaan Chambers sebesar USD 17 miliar atau sekitar Rp 230 triliun. Dia dinobatkan sebagai orang terkaya di Georgia, kemudian orang terkaya ke-28 di Amerika Serikat dan orang terkaya ke-53 di Dunia.

    Chambers dan Anthony mendapatkan kepercayaan mengendalikan perusahaan keluarga pada tahun 1974 setelah kematian saudara laki-lakinya James M Cox. Pada tahun yang sama Chambers menjadi ketua Koran Atlanta.

    Aktif dalam bisnis dan politik membuat Chambers ditunjuk sebagai duta besar untuk Belgia oleh presiden AS Jimmy Carter, dari tahun 1977 sampai 1981. Dia juga sebagai direktur dewan The Coca-Cola Company selama tahun 1980-an dan sebagai wanita pertama di Atlanta yang ditunjuk sebagai dewan perdagangan kota.

    Anne Cox Chambers memegang Chair of Atlanta Newspapers dan menjabat sebagai Direktur Cox Enterprises, salah satu perusahaan media diversifikasi terbesar di Amerika Serikat. 

    Chambers juga merupakan pendukung berbagai kegiatan amal budaya dan pendidikan, terutama yang berhubungan dengan seni dan urusan internasional. Dia juga telah menerima banyak gelar doktor kehormatan dan penghargaan yang mengakui usaha dan filantropinya.

    Pada tahun 2005, High Museum of Art menamai salah satu sayap fasilitasnya yang diperluas setelah Chambers memberi dukungan seumur hidupnya. Karyanya dengan High Museum of Art dimulai pada tahun 1965, saat dia membantu mendirikan "Forward Arts Foundation", sebuah kelompok penggalangan dana untuk museum.

    Baca juga:
    Gina Rienhart Wanita Terkaya di Australia
    Mengintip Gaya Kepemimpinan Wanita Terkaya Arini Subianto
    Arini Subianto, Wanita Terkaya yang Sempat Ingin Jadi Arsitek


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.