Jangan Abaikan Curhat Orang Depresi di Media Sosial

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita depresi menggenggam ponsel. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita depresi menggenggam ponsel. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebanyakan orang menjadikan akun media sosial sebagai cermin diri yang sesungguhnya. Tidak hanya berbagi informasi atau aktivitas yang dilakukan, namun juga apa yang dipikirkan dan dirasakan. Itulah sebabnya unggahan yang sifatnya personal umum ditemukan.

    Sebagian besar unggahan teman-teman di media sosial sering hanya dilihat sambil lalu. Atau cukuplah diberikan tanda suka atau emotikon sesuai dengan yang kita rasakan saat melihat unggahan tersebut. Akan tetapi, ada unggahan yang sebaiknya jangan dianggap sepele atau bahkan diabaikan. 

    Menurut psikolog anak dan keluarga Vera Itabiliana, unggahan yang bernuansa depresi sebaiknya tidak diabaikan. 

    "Terlebih jika kita mengenal orang ini, sebaiknya segera dekati, cari tahu ada apa, dampingi," kata Vera.

    Walau biasanya seseorang yang depresi identik dengan perilaku menarik diri, namun kata Vera ada yang justru sebaliknya, yakni memperlihatkannya agar orang lain mengetahui apa yang sedang dirasakan atau yang ingin dilakukan terkait depresinya. Contoh sederhana ada orang yang bunuh diri di tempat tertutup dan ada yang justru di tengah keramaian. 

    "Intinya, jika menemukan hal semacam ini di media sosial, jangan anggap remeh," tegas Vera. 

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:
    Hindari Antidepresan, Atasi Depresi dengan Makanan Alami
    Pakar: Wanita Depresi Mudah Dimanfaatkan Pria Tak Baik
    Ivanka Trump Depresi Pascamelahirkan, Seperti Apa Gejalanya?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.