Jangan Hindari Sinar Matahari karena Baik buat Kesehatan Mental

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita santai sambil berjemur sinar Matahari. Dan Kitwood/Getty Images

    Ilustrasi wanita santai sambil berjemur sinar Matahari. Dan Kitwood/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Sinar matahari ternyata bisa membuat bahagia, begitu menurut sebuah studi dari Brigham Young University di Amerika Serikat. Tim peneliti menemukan orang-orang merasa lebih banyak tekanan mental saat sedikit terpapar sinar matahari.

    Penemuan yang dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorder pada 2016 ini mencuat setelah para peneliti memeriksa data soal atmosfer dari Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat. Mereka juga membandingkan antara pengaruh cuaca dengan kesehatan mental pasien di pusat pelayanan konseling dan psikologi Brigham Young.

    "Itulah salah satu kesimpulan mengejutkan penelitian kami. Saat hujan, atau hari-hari dengan lebih banyak polusi, orang-orang merasa mereka tak tertekan. Namun, kami tak melihat itu. Satu hal yang benar-benar penting adalah saat antara matahari terbit dan terbenam, " ujar salah satu peneliti, Mark Beecher, dalam siaran persnya.

    Baru-baru ini, beberapa penelitian lain telah mencoba melihat efek cuaca pada suasana hati, namun hasilnya beragam. Demikian seperti dilansir Medical Daily.

    Artikel lain:
    Pentingnya Cek Kesehatan bagi Pasangan yang Akan Menikah
    Malas Basa-basi Ternyata Tak Baik buat Kesehatan Mental
    Tak Kunjung Hamil, Kapan Waktunya Periksa Kesehatan?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.