Kulit Merah dan Gatal, Awas Eksim

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eksim kering. mediskus.com

    Eksim kering. mediskus.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernahkah Anda punya ruam merah di kulit? Rasanya gatal, bersisik, bahkan sampai mengeluarkan cairan. Barangkali Anda terkena penyakit kulit yang bernama eksim. Sayangnya, tidak banyak orang yang tahu apa itu eksim, macamnya, dan bagaimana cara pengobatannya.

    Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah apa itu eksim. Eksim alias eczema adalah penyakit kulit yang ditandai dengan inflamasi atau peradangan. Gejalanya kemerahan, ruam, gatal, pigmentasi, penebalan kulit, bersisik, dan berair untuk eksim basah.

    Eksim, yang dalam dunia medis disebut dermatitis atopik/eksim atopik, merupakan penyakit kulit kronis jangka panjang yang bisa menyerang bayi dan bahkan bisa berlanjut hingga dewasa. Eksim tak seperti penyakit kulit lain yang sekadar kemerahan dan gatal.

    Secara bahasa, dermatitis artinya peradangan dan atopik mengacu pada penyakit yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh, yang dalam bahasa awamnya disebut alergi. Dengan demikian, kata ‘atopik’ sendiri tak hanya melekat pada penyakit eksim dan biasanya diturunkan.

    Baca juga:
    Musim Hujan atau Panas, Selalu Hindari Serangan Kurap di Kulit
    Meghan Markle Akui Perawatan Wajahnya Agak Aneh, tapi Tokcer
    Punya Kulit Sensitif, Jauhi 4 Produk Berbahan Keras Ini

    Eksim terbagi menjadi dua macam, yaitu eksim kering dan eksim basah. Eksim kering yang juga disebut neurodermatitis, mempunyai gejala pengelupasan dan bersisik. Sedangkan eksim basah, yang juga disebut dermatitis numularis, mempunyai gejala penonjolan dan mengeluarkan cairan. Cairan tersebut dapat memperparah rasa gatal dan membuat eksim menyebar.

    Infeksi jamur bisa menyebabkan eksim, namun perlu pemeriksaan mikroskop. Salah satu contohnya adalah kurap. Juga eksim yang disebabkan oleh tungau skabies dan juga biasa dikenal sebagai kudis. Gejala eksim biasa muncul pada kulit yang sensitif dan diperparah oleh cuaca yang kering dan udara yang dingin.

    Namun semua gejala ini bisa diredakan asal kita mau mengikuti beberapa langkah berikut, seperti dilansir WebMD.

    #Mandi dengan air hangat
    #Pilih produk yang lembut dan hipoalergenik
    #Hindari penggunaan produk berpengharum
    #Kelola stres
    #Gunakan deterjen yang lembut
    #Jaga kelembaban kulit dengan menggunakan produk untuk kulit kering
    #Hindari penggunaan pakaian ketat dan kasar
    #Hindari asap/jangan merokok

    Jika masih belum menunjukkan hasil signifikan, gunakan antibiotik, obat anti inflamasi, antihistamin, yang mengobati infeksi jamur, virus, dan parasit sesuai indikasi. Tentunya penggunaan obat-obatan harus sesuai dengan petunjuk dokter.

    AL-HANAAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.