Ternyata, Cinta pada Pandangan Pertama Cuma Mitos

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan. REUTERS

    Ilustrasi pasangan. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Cinta pada pandangan pertama dipercaya telah dialami banyak orang. Tapi menurut penelitian, hal tersebut tidak ada dan ini alasannya.

    Dilansir dari Metro, sebuah studi yang dilakukan oleh periset dari Universitas Gronigen di Belanda menyebutkan bahwa tiba-tiba jatuh cinta pada pandangan pertama itu tak bisa dilakukan.

    Menurut mereka, yang selama ini kita anggap sebagai cinta pada pandangan pertama hanyalah berupa nafsu belaka. Mereka tidak menyebut ini sebagai cinta yang tulus tapi hanya perasaan suka yang didasari nafsu saja.

    Para periset itu memberi 369 partisipan beberapa pertanyaan dan menyuruh mereka untuk memberikan rating pada gambar orang asing yang ditunjukkan pada mereka. Para peserta harus menuliskan berapa persen perasaan cinta, keintiman, gairah, komitmen dan hasrat seksual yang mereka miliki setelah melihat foto orang asing tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, para peserta juga disuruh untuk mempercepat kencan dengan orang asing. Setelah diamati, ternyata para periset menyimpulkan jika seseorang yang melakukan kencan secara cepat dan merasa jatuh cinta dengan cepat itu hanyalah karena mereka tertarik pada fisik lawan jenis saja dan bukanlah jatuh cinta tulus dari dalam hati.

    "Kesimpulannya, penemuan kami menunjukkan bahwa cinta pada pandangan pertama sebenarnya bukanlah cinta yang sebenarnya. Itu hanyalah cinta karena nafsu belaka," kesimpulan dari studi tersebut.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:
    4 Cara Menggaet Cinta Pria Idaman
    4 Alasan Perempuan Tak Ingin Menikah
    Takut pada Pasangan, Tanda Hubungan Tidak Sehat


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.