Minggu, 19 Agustus 2018

Hages Budiman Ungkap Perjuangan Jadi Pengidap HIV/AIDS

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hages Budiman. Instagram

    Hages Budiman. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Hages Budiman berusaha bangkit setelah didiagnosis tertular virus HIV/AIDS dari almarhum suami pertamanya pada 2006. Saat itu, dia baru saja melahirkan anak pertama.

    Baca: Terapkan TTM untuk Kurangi Risiko HIV/AIDS, Apa Itu?

    Awalnya, tidak hanya Hages yang dinyatakan positif HIV. Anak pertamanya pun dinyatakan positif HIV. Setelah berumur 18 bulan, anak pertamanya kembali menjalani pemeriksaan dan hasilnya negatif.

    Sedangkan suaminya, menurut Hages, mengalami depresi setelah dinyatakan positif HIV dan meninggal. Di situlah dia merasa memiliki semangat hidup untuk melihat anaknya tumbuh dan berkembang.

    “Saat itu adalah titik balik saya untuk fight, berjuang melihat masa depan anak,” ujarnya.

    Baca: Upaya Pencegahan HIV/AIDS Terkendala Persepsi Masyarakat

    Namun semangat hidup saja tidak cukup membuat Hages bertahan dari virus HIV. Sejak 2006 sampai 2010, dia tidak mengkonsumsi obat ARV. Pada 2010, kondisi tubuhnya menurun. Dia mengalami diare akut, tubuhnya mudah lelah dan sakit.

    “Pada 2006-2010, saya tidak minum obat, tapi badan drop karena sel kekebalan tubuh masih tinggi. Sesuai dengan ketentuan WHO, CD4 di bawah 200 belum boleh dikasih ARV,” ujar perempuan 35 tahun ini.

    Setelah kondisi tubuhnya membaik, Hages mulai kembali menjalankan aktivitasnya, salah satunya membentuk LSM Kuldesak. Sejak 2011, Hages dan Samsu Budiman, suaminya sekarang, serta enam orang lain aktif memberikan pendampingan dan edukasi kepada ODHA di daerah Depok.

    Masih banyak masyarakat yang belum teredukasi dengan baik tentang HIV/AIDS. Stigma yang berkembang di masyarakat adalah menderita HIV/AIDS merupakan sesuatu yang kotor dan memalukan sehingga pengidapnya sangat tertutup dan tidak mau melakukan pengobatan.

    “Saya ingin menjadi role model bahwa hidup dengan HIV bukan akhir dari segalanya. ODHA juga mempunyai hak sama dalam pekerjaan, pendidikan, lingkungan, dan pelayanan kesehatan,” ujar Hages.

    Baca juga: Semangat Radiaz Hages Trianda Melawan HIV/AIDS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Fakta Pembukaan Asian Games 2018

    Pembukaan Asian Games 2018 yang spektakuler menuai pujian dari warganet. Ini fakta-faktanya.