Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Alasan Seprai harus Dicuci Seminggu Sekali

Reporter

image-gnews
Ilustrasi anak merapihkan tempat tidur. howwemontessori.typepad.com
Ilustrasi anak merapihkan tempat tidur. howwemontessori.typepad.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Hati-hati, seprai yang biasa kita tiduri ternyata bisa dengan cepat berkembang menjadi sarang bakteri dan jamur bahkan menyebabkan penyakit. Menurut pakar mikrobiologi Universitas New York di Amerika Serikat, Philip Tierno, kehidupan kehidupan mikroskopik di lipatan seprai kita lambat laun bisa memicu respons alergi.

“Untuk membendung hal tak kasat mata tersebut, seprai harus dicuci sepekan sekali,” ujar Tierno, seperti dikutip dari laman Business Insider, Senin, 4 Desember 2017.

Rekomendasi tersebut juga ditekankan oleh penulis sebuah studi yang diterbitkan pada 30 November dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology. Setelah menguji ribuan rumah di Amerika, para peneliti menemukan bahwa lebih dari 90 persen rumah tersebut memiliki setidaknya tiga alergen yang dapat dideteksi.

Bila alergen ini bersembunyi pada tempat di mana mulut dan hidung berada tepat di atasnya, maka akan dapat memicu pilek atau bersin terlepas dari apakah Anda alergi atau tidak.

“Bahkan jika tidak memiliki alergi, Anda bisa mendapat respons alergi,” kata Tierno.

Baca juga:
Saran Tetap Sehat buat Penderita Penyakit Paru Kronis
Mengenal 5 Jenis Kepribadian dan Penyakit yang Membayangi
Hindari Penyakit Saraf Degeneratif dengan Jamur

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Alasan lain mengapa mikroba dapat bersarang dengan nyaman di tempat tidur adalah karena tanpa sengaja kita tetap menjaganya hangat dan lembab hanya dengan tidur di atasnya.

Manusia secara alami menghasilkan sekitar 26 galon keringat pada seprai setiap tahun. Saat panas dan lembab, kelembaban ini menjadi apa yang oleh para ilmuwan disebut media kultur jamur yang ideal. Setiap bantal milik kita bisa menjadi tempat bernaung sebanyak 16 jenis jamur.

Selain jamur dan bakteri yang berasal dari sumber manusia, termasuk keringat, dahak, dan ekskresi dubur, pada tempat tidur juga bisa didapatkan mikroba asing seperti bulu binatang, serbuk sari, tanah, serat, debu tungau, dan kotoran.

Sebelum tercemar oleh segala hal tersebut, seprai bisa mengandung sisa-sisa bahan finishing yang digunakan untuk menghasilkan kain seprai. Menurut Tierno, semua zat kotor dapat secara signifikan ditemukan hanya dalam sepekan. Oleh karenanya, dia sangat menyarankan untuk mencuci seprai satu kali dalam sepekan.

“Jika menyentuh kotoran anjing di jalan, Anda pasti ingin mencuci tangan. Pikirkan analogi ini dengan tempat tidur. Jika melihat apa yang ada di sana, walau tentu saja Anda tidak melihatnya, setelah beberapa lama Anda pasti berkata 'Apakah saya ingin tidur di atasnya?'” tambah Tierno.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Segudang Manfaat Buah Bidara Upas, Penyembuh Radang Usus Buntu hingga Diabetes

4 Juli 2023

Ilustrasi daun bidara. Shutterstock
Segudang Manfaat Buah Bidara Upas, Penyembuh Radang Usus Buntu hingga Diabetes

buah bidara dipercaya berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit


Punya Hewan Peliharaan, Awas Tertular Penyakit Berikut

8 Februari 2021

Ilustrasi adopsi anjing dan kucing. Salemcountyhumanesociety.org
Punya Hewan Peliharaan, Awas Tertular Penyakit Berikut

Punya hewan peliharaan memang menghibur. Tapi awas, mereka juga bisa menularkan penyakit kepada pemiliknya.


Banjir Lagi, Waspadai Penyakit Akibat Virus dan Jamur Berikut

8 Februari 2021

Petugas BPBD DKI Jakarta mengevakuasi korban banjir di RT11 RW05 Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, menggunakan perahu karet, Minggu (7/2/2021). Banjir terjadi akibat luapan Kali Ciliwung. (ANTARA/HO-BPBD DKI).
Banjir Lagi, Waspadai Penyakit Akibat Virus dan Jamur Berikut

Banjir selalu menyisakan berbagai masalah, bukan hanya kotoran dan lumpur tapi juga beragam penyakit akibat virus dan jamur.


Mengenal Vertigo, Penyakit Penyebab Wafatnya Rektor Paramadina

7 Februari 2021

Firmanzah, Rektor Paramadina. Facebook
Mengenal Vertigo, Penyakit Penyebab Wafatnya Rektor Paramadina

Rektor Paramadina, Firmanzah, wafat karena vertigo. Penyakit ini banyak dialami orang tapi kurang dipahami bahayanya.


Cegah Stroke dengan Selalu Gembira dan Aktif

7 Februari 2021

Ilustrasi stroke. healthline.com
Cegah Stroke dengan Selalu Gembira dan Aktif

Dokter mengatakan membangkitkan rasa gembira dan bahagia merupakan cara efektif serta mudah yang dapat dilakukan untuk mencegah stroke.


Hindari Faktor Pemicu Kanker, Dokter Beri Saran

6 Februari 2021

Ilustrasi kanker (pixabay.com)
Hindari Faktor Pemicu Kanker, Dokter Beri Saran

Dokter menjelaskan penyebab penyakit kanker dan faktor pemicu yang sebenarnya bisa dihindari, termasuk memilih gaya hidup sehat.


Pentingnya Peran Bidan sebagai Garda Terdepan Deteksi Kanker Payudara

2 Februari 2021

Ilustrasi kanker payudara. Shutterstock.com
Pentingnya Peran Bidan sebagai Garda Terdepan Deteksi Kanker Payudara

Bidan sebagai tenaga kesehatan yang berada di tengah masyarakat dan lini terdepan pelayanan kesehatan pun harus paham deteksi dini kanker payudara.


Sering Terlambat Terdeteksi, Ini Pesan Pakar tentang Kanker Payudara

2 Februari 2021

Ilustrasi kanker payudara (pixabay.com)
Sering Terlambat Terdeteksi, Ini Pesan Pakar tentang Kanker Payudara

Pakar mengingatkan perlunya mengenali gejala kanker payudara lebih dini untuk menurunkan risiko keparahan penyakit dan mempercepat penyembuhan.


5 Penyakit dengan Kasus Kematian Tertinggi yang Perlu Diwaspadai

25 Januari 2021

Ilustrasi hipertensi (Pixabay.com)
5 Penyakit dengan Kasus Kematian Tertinggi yang Perlu Diwaspadai

Indonesia mengalami kenaikan jumlah prevalensi penyakit tidak menular dan menjadi penyebab kematian tertinggi. Penyakit apa saja itu?


Radang Usus Kronis dan GERD Tak Sama, Pakar Jelaskan Bedanya

24 Januari 2021

Gangguan asam lambung.
Radang Usus Kronis dan GERD Tak Sama, Pakar Jelaskan Bedanya

Jangan samakan GERD dengan radang usus kronis atau IBD meski sama-sama menyerang lambung. Simak penjelasan pakar berikut.