Senin, 20 Agustus 2018

Ria Miranda Bikin Pakaian dari Bunga dan Kulit Avokad

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ria Miranda Signature, Koleksi Eucaflora di The Fifth Annual Trunk Show 2018, Ritz Carlton Ballroom, Jakarta, Jumat 1 Desember 2017 (Tempo/Astari Pinasthika Sarosa)

    Ria Miranda Signature, Koleksi Eucaflora di The Fifth Annual Trunk Show 2018, Ritz Carlton Ballroom, Jakarta, Jumat 1 Desember 2017 (Tempo/Astari Pinasthika Sarosa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mode adalah industri kedua terbesar yang paling berpolusi. Perancang busana Ria Miranda berkomitmen memberi perhatian lebih besar kepada proses pembuatan karyanya. Dengan menggunakan bahan - bahan alami dan daur ulang, Ria Miranda berhasil menciptakan koleksi riamiranda Signature dengan nama Eucaflora.

    Baca juga:
    Ria Miranda Pantang Pakai Jarum Pentul
    Kolaborasi Ramadan Ria Miranda dan Galeris Lafayette
    Kunci Sukses Ria Miranda dan Suami Bisnis Busana Muslim

    Tujuh bulan lalu, Ria Miranda memulai proses ini dengan menjelajahi Pasar Bunga Rawa Belong di Jakarta. Memungut bunga - bunga yang sudah dibuang, Ria Miranda mendaur ulang bunga tersebut guna membuat pola di busananya. Untuk 20 busana yang ada di dalam koleksi menggunakan proses ramah lingkungan ini, Ria Miranda menggunakan bunga hydrangea, lili, bunga matahari, mawar, dan anggrek.

    Koleksi Eucaflora, mengusung konsep Eco Print dan Sustainable Fashion di The Fifth Annual Trunk Show 2018, Ritz Carlton Ballroom, Jakarta, Jumat 1 Desember 2017 (Tempo/Astari Pinasthika Sarosa)

    Tidak hanya ke Rawa Belong, Ria Miranda juga pergi ke penjual jus dan mengambil kulit buah avokad. Kulit avokad itu digunakan sebagai pewarna alami koleksinya. "Prosesnya, kami merebus bunga lalu setelah kering diketuk - ketukkan ke bahan," kata Ria Miranda di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Jumat 1 Desember 2017.

    Menurut Ria Miranda, untuk menemukan warna yang tepat dia harus melakukan berbagai tes sebelumnya. Proses pembuatan busana ramah lingkungan ini membuat Ria Miranda lebih menghargai waktu dan proses. Sebab, hasil dari pola yang dibuat menggunakan bahan - bahan alami belum tentu sesuai dengan keinginannya.

    Koleksi Eucaflora, mengusung konsep Eco Print dan Sustainable Fashion di The Fifth Annual Trunk Show 2018, Ritz Carlton Ballroom, Jakarta, Jumat 1 Desember 2017 (Tempo/Astari Pinasthika Sarosa)

    Membuat setiap busana memiliki keunikan dan tantangan berbeda. Dan Ria Miranda lebih banyak bermain dengan pola yang dibuat. Ria Miranda bekerjasama dengan salah satu pemenang Wardah Fashion Award 2016, di mana dia mendapat bantuan untuk membuat bahan busana menggunakan bahan alami. “Kain-kain dasar yang kami gunakan adalah serat dari kayu eucalyptus, karena itu nama koleksinya Eucaflorea. Ini sangat ramah lingkungan, tanpa menggunakan bahan polyester sama sekali,” ujar Ria.

    Lantaran menggunakan bahan alami, pakaian ramah lingkungan ini memiliki cara pembersihan yang khusus. Busana tidak bisa dicuci menggunakan detergen, namun bisa direndam dengan pelembut dan pewangi pakaian. "Pada saat mengeringkan, jangan terkena sinar matahari langsung. Proses setrikanya juga tidak boleh terlalu panas dan sebaiknya dilapisi dengan kain," ucap desainer berumur 32 tahun ini.

    Koleksi Eucaflora, mengusung konsep Eco Print dan Sustainable Fashion di The Fifth Annual Trunk Show 2018, Ritz Carlton Ballroom, Jakarta, Jumat 1 Desember 2017 (Tempo/Astari Pinasthika Sarosa)

    Koleksi Eucaflora ini baru akan dijual ke publik pada Ramadan 2018 karena proses pembuatannya yang lebih lama. Namun Ria Miranda akan membawa 8 dari 20 busana dari koleksi ini ke Dubai Modest Fashion Week yang berlangsung pada 5 - 9 Desember 2017.

    Ria Miranda mengaku belum tahu berapa harga untuk koleksi Eucaflora. Namun dia berharap masyarakat akan memiliki apresiasi yang besar terhadap proses ramah lingkungan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Twice Konser Di Jakarta

    Twice akan mengunjungi Jakarta pada 25 Agustus 2018. Konser ini adalah pertunjukan pertama mereka di Indonesia. Berikut fakta-fakta tentang mereka.