Mengenal 5 Jenis Kepribadian dan Penyakit yang Membayangi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita sakit jantung atau sakit memegang bagian dada. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita sakit jantung atau sakit memegang bagian dada. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Nottingham di Inggris dan Universitas California di Amerika Serikat melihat tipe kepribadian yang berbeda. Dari penelitian ini ditemukan beberapa orang yang lebih rentan terhadap masalah kesehatan seperti penyakit jantung, kanker, artritis, dan diabetes.

    "Sebagian alasannya mungkin karena kepribadian kita mempengaruhi strategi penanggulangan masalah atau bagaimana kita menghadapi situasi sulit dalam hidup," kata Dr Meg Arroll, seorang psikolog dan juru bicara perawat untuk perusahaan vitamin Healthspan.

    Dilansir dari Dailymail, kepribadian berkembang melalui masa anak-anak dan remaja, dan stabil pada pertengahan dewasa. Namun kepribadian cenderung bergeser seiring bertambahnya usia. Berikut tipe kepribadian yang menentukan kesehatan.

    1. Kepribadian terbuka (ekstrovert)
    Orang ekstrovert bersifat positif, asertif, banyak bicara dan bersosial. Sayangnya kepribadian ini cenderung akrab dengan penggunaan alkohol berlebihan yang mengakibatkan obesitas dan kondisi kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.

    2. Kepribadian mudah setuju (agreeableness)
    Kepribadian orang yang cenderung mudah percaya, suka altruistik, penuh kasih sayang, berkompromi, dan menghargai orang lain cenderung berisiko mengalami penyakit seperti obesitas, stres, dan diabetes.Tipe kepribadian ini selalu berusaha menyenangkan orang lain yang berujung mengganggu kesehatan.

    3. Kepribadian imajinatif (openness)
    Sifat ini memiliki ciri khas sering berimajinasi, memiliki keingintahuan yang tinggi dan wawasan yang luas. Menurut jurnal Social Psychological and Personality Science, sifat ini berkaitan dengan masalah kesehatan yang lebih baik. Karakteristik ini memiliki penurunan tingkat kemungkinan mengalami masalah stroke sebesar 31 persen, sakit jantung 17 persen, dan tekanan darah tinggi 29 persen.

    4. Kepribadian tekun (conscientiousness)
    Mereka dengan kepribadian ini cenderung merupakan pekerja keras, teratur, dan detail. Karakteristik ini dapat diandalkan, patuh, disiplin, dan fokus dengan tujuan. Studi Kesehatan dan Pensiun Universitas Michigan menemukan bahwa tipe ini berkaitan dengan umur yang panjang dan memiliki kemungkinan penurunan stroke hingga 37 persen, darah tinggi sebesar 27 persen, artritis 23 persen, dan diabetes 20 persen.

    5. Kepribadian tidak stabil (neuroticism)
    Orang dengan karakteristik neurotik cenderung mengalami ketidakstabilan emosional, kecemasan, depresi, kemurungan, mudah tersinggung, dan sedih. Pribadi neurotik cenderung meninggal lebih awal daripada mereka yang memiliki ciri kepribadian lain, seperti sebuah studi yang ditemukan di Michigan, Amerika Serikat. Kepribadian ini meningkatkan kemungkinan penyakit jantung sebesar 24 persen, penyakit paru-paru 29 persen, tekanan darah tinggi 37 persen, dan artritis 25 persen.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Kesadaran terhadap Penyakit Paru Obstruktif Kronis Masih Rendah
    Kenali Gejala dan Faktor Risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronis
    Hindari Penyakit Saraf Degeneratif dengan Jamur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.