Tak Pelu Obat Kimia, Atasi Lupa dengan Tips Alami yang Mudah

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ponsel dapat melemahkan otak. greenmedinfo.com

    Ilustrasi ponsel dapat melemahkan otak. greenmedinfo.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Lupa akan hal-hal kecil atau penting sering dialami banyak orang. Sifat pelupa itu tidak hanya dialami mereka yang berusia lanjut namun juga yang masih muda.

    Untuk bisa mengurangi kebiasaan lupa ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Berikut empat tips tersebut.

    1. Aktif

    Maksud dari kata aktif di sini adalah tetap produktif dan aktif bergerak. Kita bisa meningkatkan daya ingat dengan tetap melakukan banyak aktivitas yang bisa bermanfaat untuk otak. Jika sedang libur kerja atau kuliah, kita bisa tetap produktif dengan membaca artikel-artikel atau mencoba memasak menu baru di rumah.

    1. Istirahat yang cukup

    Selain tetap produktif, istirahat juga sangat diperlukan untuk menambah daya ingat agar tidak mudah lupa. Cobalah untuk tidur 6-8 jam perhari dan hindari mempekerjakan otak terlalu berlebihan. Istirahat yang cukup juga bisa membantu otak mengolah informasi yang masuk..

    1. Konsumsi makanan yang tepat

    Mengkonsumsi makanan yang tepat ternyata juga bisa meningkatkan daya ingat. Makanan yang mengandung protein dan lemak terbukti mampu mengurangi kebiasaan lupa dan membuat otak tetap sehat. Cobalah mengkonsumsi makanan seperti salmon, kenari, alpukat, dan kelapa secara rutin.

    1. Meditasi

    Poin yang terakhir ini juga tidak kalah penting dari poin-poin sebelumnya. Kebiasaan lupa seseorang bisa saja disebabkan oleh stres yang berlebihan. Meditasi bisa jadi salah satu cara untuk mengatasinya. Cobalah untuk rutin bermeditasi setidaknya 25 menit per hari supaya kinerja otak dan suasana hati meningkat.

    TABLOIDBINTANG

    Tips lain:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.