Cegah Bunuh Diri, Bekali Anak dengan Ilmu Pemecahan Masalah

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi anak marah-marah. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Percobaan bunuh diri, seperti overdosis obat terlarang dan melukai diri sendiri, kian meningkat. Sejumlah riset di Amerika Serikat menunjukkan tingginya angka percobaan bunuh diri pada anak dan remaja. Riset tersebut mengambil data dari beberapa rumah sakit tempat perawatan pasien yang mencoba melakukan bunuh diri dengan cara menyakiti diri dan membutuhkan bantuan psikolog.

Baca juga:
Bunuh Diri Tak Bisa Dicegah? Simak 5 Faktanya
Remaja Rentan Bunuh Diri, Simak Tanda-tandanya

Kenali Gejala Bunuh Diri dari Posting-an di Media Sosialnya

Seorang psikiatri dari Universitas Columbia, Amerika Serikat, Mark Olfson, mengatakan cyberbullying atau perisakan di dunia maya, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, dan tekanan ekonomi menjadi alasan terbesar seorang anak atau remaja mencoba bunuh diri. "Kondisi ini harus menjadi perhatian orang tua, guru, dan dokter anak," ucapnya, seperti dikutip dari Time, Senin, 27 November 2017.

Studi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat yang diterbitkan Journal of American Medical Association menunjukkan pergeseran tindak percobaan bunuh diri pada anak dan remaja. Kenaikan paling tajam terjadi pada anak perempuan berusia 10-14 tahun. Kasus percobaan bunuh diri pada anak perempuan di usia tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dari 2009 sampai 2015.

Dalam riset tersebut, sebagian besar anak serta remaja baik laki-laki dan perempuan memilih mencoba bunuh diri dengan minum racun atau obat-obatan terlarang. Selain itu, menyakiti diri dengan benda tajam kerap dilakukan.

Riset tersebut menyimpulkan, untuk mencegah percobaan bunuh diri pada anak dan remaja, penting untuk memberikan ruang gerak kepada anak dan remaja tersebut agar dapat mengekspresikan isi hati dan pikirannya. Selain itu, membebaskan anak dalam berinteraksi dengan anak seusianya serta, yang tak kalah penting, membekali mereka dengan kemampuan mengelola emosi dan keterampilan mengatasi masalah.

AURA






Alasan Mengapa Tak Boleh Berteriak saat Mendisiplinkan Anak

5 jam lalu

Alasan Mengapa Tak Boleh Berteriak saat Mendisiplinkan Anak

Berteriak adalah cara kuno untuk mendisiplinkan. anak Cara ini dianggap efektif, tetapi sebenarnya tidak ada gunanya.


Sittervising, Tren Pola Asuh Terbaru dan Simak 2 Kelebihannya

10 jam lalu

Sittervising, Tren Pola Asuh Terbaru dan Simak 2 Kelebihannya

Sittervising memang terbilang pola asuh yang baru, tetapi sittervising memiliki kelebihan yang bisa dirasakan oleh orang tua dan anak.


5 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Orang Tua saat Berdebat dengan Anak Remaja

16 jam lalu

5 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Orang Tua saat Berdebat dengan Anak Remaja

Jangan berasumsi bahwa anak remaja akan berhenti berdebat sendiri atau mengalah.


Korban Tewas Termuda Penembakan Massal di Thailand Berusia 2 Tahun

1 hari lalu

Korban Tewas Termuda Penembakan Massal di Thailand Berusia 2 Tahun

Pejabat kepolisian Thailand mengkonfirmasi korban termuda dari penembakan massal di Thailand berusia 2 tahun.


Pentingnya Deteksi Dini Gejala Depresi untuk Cegah Bunuh Diri

2 hari lalu

Pentingnya Deteksi Dini Gejala Depresi untuk Cegah Bunuh Diri

Psikiater menekankan pentingnya deteksi dini gejala awal depresi untuk mencegah bunuh diri. Jika tak cepat ditangani dengan baik bisa semakin berat.


Malaysia Hentikan Pengejaran Utang Pajak Penghasilan Rp34 Miliar Putri Najib Razak

2 hari lalu

Malaysia Hentikan Pengejaran Utang Pajak Penghasilan Rp34 Miliar Putri Najib Razak

Pengacara Putri Najib Razak ketika dihubungi mengatakan IRB mengajukan pemberitahuan penghentian banding Senin lalu.


Tiga Putra Remaja Ramzan Kadyrov Segera Gabung Wamil Rusia

2 hari lalu

Tiga Putra Remaja Ramzan Kadyrov Segera Gabung Wamil Rusia

Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov menyatakan tiga putranya yang masih remaja akan mengikuti wajib militer Rusia untuk perang Ukraina.


Kembangkan Potensi Anak dengan Pola Asuh Otoritatif

2 hari lalu

Kembangkan Potensi Anak dengan Pola Asuh Otoritatif

Psikolog menjelaskan pola asuh otoritatif dapat diterapkan orang tua karena bermanfaat untuk memberikan dukungan dan mengasah perkembangan anak.


Alasan Sarah Michelle Gellar Tidak Izinkan Anak Punya Akun Media Sosial

2 hari lalu

Alasan Sarah Michelle Gellar Tidak Izinkan Anak Punya Akun Media Sosial

Sarah Michelle Gellar dan suaminya Freddie Prinze Jr. punya aturan khusus untuk anak-anaknya


Tragedi Kanjuruhan, KPAI Minta Ada Solusi agar Anak Aman saat di Stadion

2 hari lalu

Tragedi Kanjuruhan, KPAI Minta Ada Solusi agar Anak Aman saat di Stadion

TGIPF tragedi Kanjuruhan diharapkan bisa menemukan solusi agar suporter anak aman kala menonton sepak bola di stadion