Ingat 5 Dampak Kesehatan Jika Kamu Marah - marah

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan marah. Shutterstock

    Ilustrasi perempuan marah. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika emosi memuncak, ada orang yang mampu mengendalikan amarah mereka, ada pula yang lepas kendali dan marah sejadi - jadinya. Sebelum kamu muntap, ketahui dulu apa risiko marah pada kesehatan berdasarkan sebuah penelitian.

    Baca juga:
    Gigi Hadid Marah ke Blogger karena Sindir Hijaber
    Trik Meluluhkan Hati Pasangan yang Sedang Marah
    Efek Stres di Tempat Kerja, Gangguan Pencernaan dan Mudah Marah

    Berikut ini lima lima fakta tentang kemarahan yang berbahaya bagi kesehatan, seperti dikutip dari Dailymail:

    1. Marah bikin umur pendek
    Riset dari Iowa State University menemukan pria yang sering marah - marah antara usia 20 sampai 40 tahun, satu setengah kali lebih mungkin meninggal pada usia 35 tahun, dibandingkan dengan mereka yang lebih tenang. Ilmuwan meyakini hal ini disebabkan sejumlah faktor yang menghubungkan stres dengan kerusakan fisiologis.

    2. Pemarah cenderung kurang istirahat
    Perasaan amarah menghasilkan respons yang meningkat dalam amigdala (bagian otak yang terkait dengan naluri bertahan hidup). Emosi dalam amarah mendorong amigdala memberi sinyal kecemasan yang meningkat ke bagian otak dan tubuh lainnya yang meningkatkan aliran darah ke anggota badan dan jantung, yang membuat relaksasi berkurang.

    Menurut ilmuwan saraf di Universitas Massachusetts, mereka yang mengumbar amarah cenderung mengalami insomnia daripada mereka yang bergumul dengan emosi yang terpendam. "Menuliskan penyebab kemarahan akan mengurai beban pikiran dan mendorong relaksasi," kata Mike Fisher, Direktur British Association of Anger Management.

    3. Kemarahan memicu sakit kepala
    Emosi seperti terlalu gembira atau terlalu marah mengakibatkan pelepasan hormon stres kortisol, adrenalin dan testosteron, yang menempatkan tubuh ke 'mode flight'. Lonjakan kimiawi meningkatkan aliran darah ke otak dan memicu pembengkakan pembuluh darah dan saraf di sekitar otak serta tekanan yang bisa mengakibatkan ketegangan dan sakit kepala.

    4. Kemarahan merusak sistem pernapasan
    Menurut periset di Harvard School of Public Health, masalah permusuhan dapat mengurangi fungsi sistem pernapasan. Dalam penelitian yang dilakukan selama delapan tahun, individu yang selalu bermusuhan menunjukkan tindakan yang sangat buruk secara signifikan daripada orang-orang yang tidak bermusuhan.

    5. Kemarahan bikin depresi
    Ketika merasa marah, neurotransmiter dan hormon mengalir melalui aliran darah dan dapat meningkatkan denyut jantung serta ketegangan otot. Ini merupakan keadaan tubuh yang harus diwaspadai. Jika tubuh terlalu tegang, maka saraf di hipotalamus (pusat kendali stres pada otak) akan terganggu dan hormon bahagia (serotonin) secara signifikan terkuras.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.